Sedapnya Bau Keju Gouda

Penulis: (Suryani Wandari/M-1) Pada: Minggu, 20 Nov 2016, 01:00 WIB MI Anak
Sedapnya Bau Keju Gouda

MI/PANCA SYURKANI

ALAT-ALAT besar itu sedang bekerja, beberapa pegawai sedang mengawasi kerja mesin tersebut. Sementara itu, Medi dan puluhan pengunjung hanya bisa melihatnya melalui jendela kaca di luar ruangan. Ya, kami tidak bisa masuk ke ruangan untuk melihat lebih dekat pengolahan susu sapi ini karena di dalamnya harus benar-benar steril, Sobat. Jumat (11/11), Medi memang sedang berkunjung ke PT Bukit Baros Cempaka, pabrik keju yang berada di Desa Sasagaran, Baros, Sukabumi, Jawa Barat, nih. Ya, benar Sobat, keju memang terbuat dari bahan baku susu. Namun, Medi juga masih penasaran dengan pengolahan susu yang bisa berubah bentuk menjadi padat dan gurih ini. Apakah sobat penasaran juga? Yuk ikuti Medi

3.000 liter susu
Di tanah seluas 26 hektare dengan suasana yang masih asri ditumbuhi beberapa tanaman seperti sawit, kopi, hingga teh, terdapat pula pabrik keju loh, Sobat. Setiap harinya, pabrik ini mengolah lebih dari 3.000 liter susu yang dikirim dari peternak sapi mitra di lingkungan pabrik. Sebenarnya, di pabrik ini pun terdapat 4 sapi, tapi susunya belum dapat diperah karena masih dalam keadaan hamil.

“Pabrik ini akan menerima hingga 3.000 liter per hari, masing-masing pukul 06.00 hingga pukul 08.00 dan sore hari sekitar pukul 16.00 hingga pukul 18.00,” kata Raden Muhammad Windu Nurul Akhir, supervisor departemen quality control. Kalian tahu mengapa pabrik ini menerima dua waktu dalam sehari? Hal itu karena sapi memang harus diperas dua kali sehari untuk menjaga kesuburan susunya, Sobat.

PT Bukit Baros memfasilitasi untuk itu karena kapasitas pengolahannya bisa mencapai 10 ribu liter per hari. Setelah diperas oleh peternak, susu harus langsung diolah nih. Semakin lama susu berada di luar, semakin berkurang kualitasnya. Sementara itu, susu yang diterima hanya susu sapi berkualitas baik, jangan sampai terkontaminasi dengan kuman ataupun benda asing lainnya hingga membuat kandungan di dalamnya rusak. “Susu berkualitas baik itu lemaknya 3,5%, protein 2,7%, berat jenis 23%, AW 12%, dan total solid 11%,” kata Pak Windu.

Proses pembuatan keju gouda
Keju yang diolah di pabrik ini berkiblat pada metode pembuatan keju gouda di Belanda. Keju yang terbuat dari susu sapi segar ini diolah dengan steril. Di ruangan tertutup, pengolahan keju ini berjalan dari pagi, dan tidak boleh ada orang yang masuk selain petugas. Lalu bagaimana kita tau cara mengolahnya? Nih, Medi kasih tahu penjelasan dari Pak Windu.
Susu yang telah melalui quality control ini langsung diolah, yakni dipanaskan dengan suhu 65 derajat celsius, setelah itu suhunya diturunkan hingga menjadi 32 derajat.

Dalam kondisi itu dimasukan pula bahan tambahan berupa rennet, bakteri baik dan kalsium masing-masing 1%. Lalu didiamkan selama 45 menit. Proses itu akan menghasilkan dua bentuk, yakni berupa gumpalan dan cairan. Keduanya harus dipisahkan karena dijadikan produk berbeda. Produk padatan ini lalu dipotong dan dicetak dengan dipres hidraulis
selama 1 jam, 20 menit. Jika sudah selesai, padatan ini direndam dalam air garam selama 24 jam. “Air garam berfungsi sebagai pengawet alami, menciptakan rasa gurih, penguat tekstur, dan berfungsi memaksimalkan kinerja bakteri baik,” kata Pak Windu.

Jika telah selesai, ditiriskan dalam suhu ruang selama 24 jam hingga kadar air menurun, lalu dimasukkan ke gudang pemeraman. Jadinya, keju dapat dikonsumsi sesuai umurnya. Iya, keju pun punya umur untuk menentukan kegunaannya dalam tiga varian. Gouda young atau masih muda sekitar 45 hari, teksturnya lembut, tapi aromanya belum terasa. Biasanya digunakan untuk roti.

Yang kedua, gouda middle yakni keju yang berusia 60 hari. Keju ini mulai mengeluarkan wangi dan agak keras. Biasanya digunakan untuk membuat laksa dan piza. Ketiga, gouda old atau yang berusia 4 bulan. Teksturnya benar-benar keras dan aromanya sangat kuat digunakan untuk kue kering. Karena keju ini berbahan dasar susu, tentu banyak manfaatnya bagi tubuh.

Apalagi buat kamu yang sedang dalam masa pertumbuhan nih, seperti menjaga kesehatan gigi, menjadi sumber kalsium yang lebih alami ketimbang suplemen dan vitamin, juga bisa mencegah penyakit jantung loh, Sobat. Jadi, yuk rajin makan keju! (Suryani Wandari/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More