Kementerian PUPR Sediakan Air Bersih dengan SPAM dan Pamsimas

Penulis: RO Pada: Selasa, 25 Okt 2016, 08:10 WIB Ekonomi
Kementerian PUPR Sediakan Air Bersih dengan SPAM dan Pamsimas

Dok. Kemen PUPR

TIDAK ada manusia yang sanggup hidup tanpa minum. Begitu pula, air bersih layak minum menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan.

Pada periode 2010-2014 telah dibangun prasarana dan sarana air baku dengan kapasitas mencapai 51,44 meter kubik per detik. Total kapasitas air baku yang tersedia selama periode 2005-2014 sebanyak 64 meter kubik per detik. Sehingga diharapkan bisa capai target 100 persen akses rumah tangga terhadap sumber air minum layak pada 2019.

"Kalau untuk air minum, diperkirakan dari penduduk Indonesia ini yang mempunyai akses terhadap air higienis sekitar 67 persen, targetnya itu pada awal 2015. Sehingga kita menargetkan gerakan air ini 100 persen di 2019," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pembangunan infrastruktur dasar untuk meningkatkan kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan dilakukan melalui peningkatan cakupan pelayanan air minum. Peningkatan kualitas layanan air minum dilakukan melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di lebih dari 2.853 kawasan yang dapat meningkatkan persentase cakupan pelayanan air minum sampai 2014 menjadi 70 persen dengan kapasitas 167.784 liter per detik atau setara dengan lebih dari 160 juta jiwa yang tertangani.

"SPAM-SPAM itu kita bangun untuk meningkatkan penyediaan air bersih pada PDAM kemudian dikelola dan disalurkan," ucapnya.

Kementerian PUPR juga melakukan beberapa pembangunan SPAM yang didasarkan pada cakupan wilayah tertentu, seperti SPAM Regional Bregas Jawa Tengah, SPAM Regional Kartamantul Yogyakarta, dan SPAM Regional Banjarbakula Kalimantan Selatan.

SPAM Bregas yang ditargetkan selesai dibangun pada 2016 berfungsi sebagai penyedia air baku untuk Kabupaten Brebes sebanyak 200 liter per detik, Kota Tegal sebanyak 200 liter per detik, Kabupaten Slawi sebanyak 250 liter per detik. SPAM Bregas terdiri atas reservoar Yamansari berkapasitas 2.500 meter kubik, delapan unit bangunan pelengkap (broncaptering), dan jaringan pipa transmisi sepanjang 50,21 kilometer, sedangkan air baku diperoleh dari Mata Air Tuk Suci.

SPAM Regional Kartamantul bakal menyediakan air baku untuk wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. SPAM ini bakal mempunyai kapasitas 200 liter per detik dan pembangunannya ditargetkan selesai pada 2017.

SPAM Regional Banjarbakula bakal menyediakan air baku untuk dua wilayah. Wilayah 1 meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut dan wilayah 2 meliputi Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala. SPAM ini berkapasitas 250 liter/detik dan telah selesai dibangun pada 2015 lalu.

"Air minum secara regional. Jadi satu sumber air bisa dipakai untuk beberapa region. Seperti Kartamantul untuk daerah Yogyakarta serta Sleman dan Bantul. Jadi, itu menampung air dari Kali Progo sebesar 700 kubik untuk menyediakan air di Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Bergas untuk Pekalongan dan Batang. Jadi di Kalimantan juga dibangun," ujar Basuki.

Kementerian PUPR juga membangun SPAM Regional Umbulan di Jawa Timur untuk memperluas jangkauan pemanfaatannya. SPAM ini awal dirintis pada 1975 dengan Sumber Mata Air Umbulan 4.000 liter per detik. Saat ini, SPAM Regional Umbulan memasok air baku ke Kabupaten Pasuruan 410 liter per detik, PDAB 200 liter per detik, Kabupaten Gresik 1.000 liter per detik, Kota Surabaya 1.000 liter per detik, Kabupaten Sidoarjo 1.200 liter per detik, dan Kota Pasuruan 110 liter per detik. Pembangunannya ditargetkan selesai pada 2018. Sehingga pada 2019, SPAM ini ditargetkan punya kapasitas pasok 4.000 liter per detik dan menjangkau penerima manfaat 1,3 juta jiwa.

Selain itu, pada 2016, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan SPAM 8.363 liter per detik, terdiri dari regional 2.050 liter per detik, perkotaan 4.403 liter per detik, perdesaan 1.537 liter per detik, kawasan khusus termasuk di permukiman nelayan 95 liter per detik, dan kawasan terpencil 373 liter per detik.

Selain itu peningkatan jumlah layanan air minum juga dilakukan melalui pembinaan kemampuan pemerintah daerah/PDAM yaitu status kinerja PDAM pada 2014 sebanyak 182 PDAM sehat, 103 PDAM kurang sehat, dan 74 PDAM tidak sehat. Bahkan pembinaan PDAM juga termasuk menghapus utang PDAM yang mencapai angka Rp 4 triliun.

"Itu sudah diputuskan ada utang PDAM. Salah satu kelemahan PDAM itu adalah manajemennya, sehingga mempunyai utang sekitar Rp 4 triliun dan untuk PDAM-PDAM yang tidak sehat itu sudah diputuskan untuk didefisitkan, dalam arti, itu karena ini adalah APBN yang dipinjamkan pada PDAM, maka akan disertakan sebagai modal Pemda kepada PDAM. Ya itu caranya untuk memajukan PDAM, jadi tidak ada utang sebagai penyertaan modal pemerintah daerah," pungkas Basuki.

Selain SPAM, Kementerian PUPR juga memberi perhatian pada air minum melalui program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas III). Sebelumnya capaian Pamsimas I (2008-2012) dan Pasimas II 2013-2015 adalah di 12.000 desa yang berada di 220 kabupaten dan 33 provinsi, dengan kapasitas air minum terbangun 47.700 liter per detik dan tambahan akses air minum aman mencapai 9 juta jiwa serta tambahan akses sanitasi layak untuk 8,4 juta jiwa. Sementara untuk Pamsimas III akan menjangkau 15.000 desa baru yang berada di 365 kabupaten dan 33 provinsi pada periode 2016-2019.

Pembangunan Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi layak yang berkelanjutan serta perilaku hidup bersih dan sehat, menurunkan buang air sembarangan dan angka penyakit serta mengarus-utamakan program penyediaan akses air minum dan sanitasi melalui partisipasi aktif masyarakat. Sasaran Pamsimas adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di perdesaan yang mengalami keterbatasan atau rawan akses air minum dan sanitasi layak. (RO/OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More