Demo di Gowa Rusuh, Kantor DPRD Terbakar

Penulis: Lina Herlina Pada: Senin, 26 Sep 2016, 16:40 WIB Nusantara
Demo di Gowa Rusuh, Kantor DPRD Terbakar

ANTARA

AKSI unjuk rasa penolakan terhadap peraturan daerah lembaga adat daerah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (26/9) berakhir bentrok dan mengakibatkan terbakarnya lantai dua Kantor DPRD Kabupaten Gowa.

Aksi bermula dari sekitar 150 orang yang mengatasnamakan diri Forum Masyarakat Adat Sulawesi Selatan, berkumpul di Jalan Istana, Kabupaten Gowa. Dari sana, dengan menggunakan satu kendaraan roda empat dan tak kurang dari 50 unit sepeda motor, mereka pun menuju kantor DPRD Gowa.

Awalnya mereka hanya mendengarkan orasi dan membakar ban bekas di halaman kantor DPRD, tapi kemudian terjadi saling serang dengan aparat keamanan yang ada di sana. Aksi kian memanas, saat ada massa tandingan datang ke lokasi. Bentrok pun makin tidak terkendali.

Akibatnya, hampir seluruh bagian dari Gedung DPRD rusak dan beberapa bagian gedung hangus terbakar. Beberapa kendaraan yang terparkir di lokasi itu, baik roda empat maupun eoda dua, tak luput dari kerusakan.

Aksi baru mampu diredam setelah anggota Polres Gowa dan Kodim 1409 Gowa tiba di sekitar kejadian perkara. "Saat ini situasi sudah mulai kondusif. Ini adalah kriminal murni, siapapun akan kita selidiki pelakunya. Tunggu saja, polisi sudah melakukan penyidikan atas kasus ini," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Frans Barung Mangera.

Sementara itu, pihak keluarga Kerajaan Gowa, Andi Maddusila Karaeng Idjo, membantah jika pendukungnya terlibat dalam pembakaran kantor DPRD Gowa, yang terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Bahkan, Maddusila ikut mengutuk aksi pembakaran tersebut.

"Saya mengutuk aksi tersebut, saya bukan orang yang suka anarkistis. Saya mengimbau pada para pendukung untuk tidak anarkistis dan tetap lakukan aksi damai," ujar Maddusila.

Maddusila juga menambahkan bahwa dirinya lebih suka aksi pakai baju adat sambil berkuda ketimbang melakukan aksi anarkis.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat ditemui di kantornya, mengaku belum menerima laporan kondisi terakhir di Gowa. "Yang saya tahu ada bakar ban. Tapi tentu ada yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Siapa pun pelakunya, itu terlalu berlebihan," pungkasnya. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More