Polres Temanggung Perangi Prostitusi Anak

Penulis: Tosiani Pada: Senin, 05 Sep 2016, 19:25 WIB Nusantara
Polres Temanggung Perangi Prostitusi Anak

ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO

UPAYA pengungkapan kasus prostitusi anak, trafficking, dan mempekerjakan anak di bawah umur di tempat hiburan seringkali sulit dilakukan karena terkendala pembuktian yang memang susah.

Demikian diungkapkan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Temanggung, Jawa Tengah, Ajun Komisaris Besar (AKB) Wahyu Wim Hardjanto, Senin
(5/9).

Wahyu tak menutup mata ada anak-anak di bawah umur yang terlibat prostitusi. Sebagian ada pula yang diperdagangkan dan dipekerjakan di tempat hiburan anak. Karena itu pihaknya kerap melakukan razia di hotel-hotel dan tempat hiburan. Namun acapkali polisi kesulitan membuktikan
apakah yang tertangkap merupakan anak di bawah umur atau bukan.

"Terkadang memang ada anak di bawah umur, belum punya KTP, dan bekerja menggunakan surat keterangan kerja. Namun dalam surat itu bisa saja usianya dipalsukan. Ini juga membuat sulit pembuktian dan menjerat pihak yang mempekerjakan anak di bawah umur tersebut," ujar Wahyu.

Terkait fenomena anak-anak asal Temanggung yang dipekerjakan di tempat hiburan di daerah Bandungan, Semarang, wahyu akan memginformasikannya pada Polda Jateng. Namun demikian pihaknya terus melakukan upaya pencegahan untuk melindungi anak-anak dari upaya perekrutan.

Caranya antara lain dengan melakukan sosialisasi. Yakni melakukan penyadaran pada anak-anak agar hati-hati memilih teman bergaul, tidak mudah terbujuk rayu dan tergiur iming-iming. Serta pada pihak orang tua supaya lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya. Sosialisasi sudah dilakukan pada tiga sekolah di wilayah Temanggung.

"Anak-anak harus dilindungi, bukan untuk dipekerjakan. Kecuali untuk kerja yang positif seperti membantu orang tuanya bertani mencari nafkah karena terbentur keterbatasan ekonomi orang tuanya," ujar Wahyu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Temanggung, Ajun Komisaris Suharto, menambahkan, sebelumnya, dalam sebuah razia di sebuah hotel di kawasan Kaliampo, Kecamatan Pringsurat, polisi menangkap seorang pelaku prostitusi anak.

"Pelaku kedapatan memesan anak berusia 14 tahun dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan seksnya. Yang bersangkutan kita jerat Undang-Undang Perlindungan Anak," tutup dia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More