BI Institute Fokuskan Riset dan Studi

Penulis: MI Pada: Selasa, 23 Agu 2016, 08:05 WIB Ekonomi
BI Institute Fokuskan Riset dan Studi

MI/Ramdani

UNTUK membentuk SDM berkualitas, Bank Indonesia menyediakan fasilitas pusat informasi, belajar, dan pertukaran ilmu yang dinamakan BI Institute. Lembaga itu diproyeksikan dapat memberi kontribusi strategis dalam meraih keunggulan SDM Indonesia di masa datang.

"Kami meyakini sinergi pemikiran dan pandangan para tokoh terkemuka di BI Institute memiliki reputasi internasional untuk mengembangkan SDM unggul," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo dalam grand launching BI Institute di Jakarta, kemarin (Senin, 22/8).

BI Institute memiliki dua fokus utama, yakni sebagai lembaga pembelajaran dan sebagai lembaga riset dan studi. Dalam fokus pembelajaran, lanjut Agus, akan dilakukan pendalaman atas fungsi-fungsi utama BI, mulai dari moneter, stabilitas sistem keuangan, makroprudensial, sistem pembayaran, peredaran uang, hingga pendukung lain. Adapun untuk fokus riset dan studi, akan dilakukan penelitian didukung para peneliti andal.

Kepala Departemen BI Institute Sugeng menambahkan, dalam menjalankan fokus program-program itu, pihaknya menjalin kemitraan dengan institusi ternama dari dalam negeri dan luar negeri. "Kami juga bekerja sama dengan bank-bank sentral terkemuka, seperti Bank of England dan Federal Reserve of New York," jelas Sugeng.

Terkait dengan SDM, kemarin, Kementerian Ketenagakerjaan merilis jumlah tenaga kerja yang mengalami PHK. Pada semester I 2016 tercatat penurunan jumlah pekerja ter-PHK 7,24% ketimbang periode yang sama 2015.

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dakhiri memerinci pekerja yang ter-PHK berasal dari berbagai sektor, yaitu pertanian/perikanan perdagangan, jasa dan investasi, pendidikan, pertambangan, infrastruktur, transportasi, keuangan, dan industri. "Kita mengimbau pengusaha dan pekerja mengefektifkan forum bipartit dan dialog di perusahaan," ujarnya.(Arv/Dro/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More