Menjadi Pioner,Utomodeck Utamakan Kualitas dan Pelayanan

Penulis: MI/Syarief Oebaidillah Pada: Senin, 03 Agu 2015, 00:00 WIB Humaniora
Menjadi Pioner,Utomodeck  Utamakan Kualitas dan Pelayanan

Dok

Sejak hampir empat dekade lalu, Utomodeck Metal Works berkibar dan menjadi pioner sebagai  produsen atap tanpa sambungan dengan mobile system pertama dan terbesar di Tanah Air. Tercatat, perusahaan ini telah memasang lebih dari satu juta meter persegi, antara lain terentang di Bandara Juanda Terminal 2 dan PLTU Pacitan di Jawa Timur,gedung Mahkamah Konstitusi, Gedung DPR/MPR, Taman Ismail Marzuki (TIM).

Adapun klien mulai dari perusahaan konstruksi milik BUMN, PLN, hingga Exxon Mobil. Melalui rilisnya kepada pers,Senin (3/8) menyebutkan dengan mobile system, perusahaan yang berbasis di Surabaya itu, seperti memindahkan pabrik ke lokasi proyek. Produk atap berupa plat baja gelombang tersebut semuanya dibuat di lokasi proyek  dan langsung dipasang. Baik itu di hanggar, pabrik, maupun gedung. 

"Istilahnya kami membawa koki dan kualinya untuk kemudian  memasaknya di lokasi proyek," ungkap Direktur Pemasaran dan Operasional Utomodeck Metal Works, Anthony Utomo,melalui rilisnya pada Media Gathering di Jakarta, tersebut. Ia berujar,untuk industri roti, sudah sangat biasa dan lazim, gerai roti menghadirkan roti fresh from oven. Namun  di industri atap, fresh from the machine baru dilakukan  Utomodeck. Dengan konsep dan teknologi mobile system menurut Anthony pengguna atau konsumen Utomodeck menuai manfaat efisiensi biaya, hemat waktu dan tenaga kerja dalam pengerjaan, hemat bahan baku, dan risiko kerusakan akibat handling juga minim.  Dengan sistem atap yang greenship, emisi karbon akibat transportasi atap bentuk jadi dari pabrik yang cukup tinggi bisa ditekan.

Anthony Utomo menjelaskan  Mobile System adalah penemuan revolusioner yang telah dipatenkan. Sistem produksi atap secara mobile di lapangan dengan panjang tidak terbatas untuk bentang berapapun  sebagai solusi dari risiko bocor dan biaya transportasi dari atap sambungan konvensional. Benefit atau manfaat dan keuntungan penggunaan mobile system  tersebut, antara lain panjang  tanpa sambungan sesuai kebutuhan proyek; aman yakni tidak patah dan tidak lecet, bisa lengkung,  dan mempercepat waktu pemasangan. Teknologi mobile system ini memungkinkan penutup atap dapat di produksi di tempat. Luas bentangan atap pun tak terbatas. Jadi, sangat customized.

Dicontohkan, proyek Coal Shelter di PLTU Rembang yang menggunakan produk atap tanpa sambungan sekitar 200,9 meter yang kemudian tercatat  sebagai atap tanpa sambungan terpanjang di dunia.  Tak pelak, atas prestasi tersebut Utomodeck, pada September tahun lalu masuk dalam Guiness World Record yang berpusat di Inggris pada tahun 2013, dan tentu juga masuk dalam  Museum Rekor Indonesia (MURI). "Tentu prestasi ini memacu kami untuk selalu menjaga kualitas dan mutu pelayanan kami kepada pelanggan,"tandas  Anthony.

Ia menegaskan perusahaanya benar benar berupaya menjaga nilai  dan kualitas serta  pelayanan dengan mengutamakan pelanggan, Keunikan sekaligus keunggulan tersebut bagi  Anthony menjadi diferensiasi Utomodeck di tengah persaingan  industri atap yang sangat keras.  Pasalnya, teknologi mobile system ini dikembangkan pertama kali oleh Utomodeck, sekitar 5 tahunan lalu. Dan, sampai saat ini tercatat sebagai pemain tunggal.

Namun begitu,hemat dia  bicara soal atap tanpa sambungan lumayan banyak pemainnya. Begitu juga produk atap impor.
Hanya saja, meski tanpa sambungan produk yang lain tetap terkendala potongan panjang karena hambatan transportasi. Apalagi, atap impor hanya 12 meter per lembar di dalam kontainer. "Kami yang pertama menggunakan mobile system dalam industri atap,"cetusnya. Dengan teknologi mobile system ini memungkinkan penutup atap dapat di produksi di tempat. Custom size dan sesuai dengan panjang bangunan shelter atau pabrik. Tak heran, teknologi canggih ini membuat Utomodeck banyak dilirik pemain-pemain konstruksi papan atas.
 
Anthony menyatakan hampir semua perusahaan konstruksi plat merah, seperti Hutama Karya, dan  Wijaya Karya menggandeng Utomodeck di sejumlah proyeknya. Sejumlah proyek mercusuar swasta  juga mempercayakan atap bangunannya pada produk keluaran Utomodeck. Selain yang telah disebutkan di awal tulisan ini, beberapa proyek yang menggunakan atap sambungan besutan Utomodeck sebut saja hanggar Bandara Soekarno Hatta, PLTU Pacitan, Holcim, dan Tower Da Vinci.(bay)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More