Mendekatkan Penghuni dengan Alam

Penulis: Fario Untung Pada: Minggu, 17 Jul 2016, 02:45 WIB DESAIN
Mendekatkan Penghuni dengan Alam

DOK ANDY RAHMAN

SEJUK terasa ketika berada di dalam rumah. Penyebanya, udara di dalam rumah mengalir melalui bukaan ventilasi di samping dan belakang hunian seluas 250 meter persegi.

Tampak jejeran pintu kayu dengan jendela berukuran besar satu kamar dengan kamar yang lain.

Memasuki rumah langsung bertemu ruang publik (communal space) untuk para tamu dan penghuni rumah kos yang berada di kawasan Keputih, Surabaya Timur.

“Kesehatan dan kenyamanan para penghuni rumah kos ini memang merupakan tujuan utama kami. Jadi meski luas tanah yang tergolong kecil (120 meter persegi), pembuatan communal space menjadi hal utama yang berfungsi sebagai tempat bersosialisasi dan berinteraksi antarsesama penghuni kos,” ucap arsitek Rumah Kos Keputih, Andy Rahman, kepada Media Indonesia, di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Penggunaan material bahan bangunan yang mayoritas kayu dan berwarna cokelat untuk kenyamanan penghuninya. Bahan yang digunakan ialah kayu bekas (recycle) dengan tujuan untuk kontribusi mengurangi eksploitasi hutan Indonesia.

“Karena jelas, kayu memiliki kesan nature dan alami untuk mendekatkan penghuni dengan alam. Selain itu, penggunaan kayu recycle bisa memberi pembelajaran kepada para mahasiswa penghuni kos supaya lebih menghargai lingkungan dan alam,” jelas Andy.

Rumah Kos Keputih dirancang menggunakan konsep desain bioclimatic dan biophilic dalam konteks yang lebih luas. “Bioclimatic dengan melihat iklim tropis sebagai tantangan dan potensi desain, sedangkan biophilic bukan hanya berkaitan dengan tanaman hidup, melainkan juga memandang manusia sebagai subjek hidup yang harus diperlakukan secara humanis dan proporsional,” ujar Andy.

Elemen grafis
Desain bioclimatic (menanggapi iklim tropis) tecermin dalam material roster yang berlubang-lubang yang melingkupi sebagian besar rumah kos ini. Dengan roster yang dibuat secara customized, bangunan seakan bisa bernapas layaknya makhluk hidup, udara dan cahaya bisa mengalir keluar-masuk dengan leluasa.

“Juga ditambah dengan bukaan-bukaan spatial yang bertujuan untuk memasukkan udara dan cahaya secara lebih optimal, seperti yang ada di sisi samping bangunan, juga yang berada di bagian belakang. Meskipun kecil, bukaan ini sangat berguna untuk memperlancar proses sirkulasi udara dan cahaya secara alami.”

Biophilic ialah desain yang memberi ruang untuk interaksi para penghuninya. Tujuannya agar mereka bisa berkomunikasi dan bersosialisasi secara humanis.

Communal space tersebut terletak di lantai satu yang bagian atasnya terbuka. Di ruang itu ada elemen grafis yang dipasang di meja atau di tembok. Elemen grafis itu sebagai pengingat kepada mahasiswa agar konsiten dengan tujuan para penghuni dalam menempuh pendidikan mereka di perguruan tinggi. “Dengan tulisan ini, suasana ruang menjadi lebih hangat dan lebih menyenangkan,” tambahnya.

Selain itu, ada ruang publik di lantai paling atas (top floor). Rumah ini juga menyediakan area parkir khusus sepeda, yang dilengkapi dengan penanda grafis.

Dengan menggabungkan desain bioclimatic dan biophilic, ditambah prinsip low budget low maintenace, bangunan ini menjadi arsitektur yang sadar iklim dan lebih humanis. “Arsitektur yang mendasarkan diri pada kehidupan dan juga kelangsungan kehidupan manusia di muka bumi yang makin sesak dan padat, tanpa meninggalkan sisi-sisi kemanusiaan,” paparnya.

Untuk desain interior, Andy melengkapi perabot, seperti tempat tidur, meja-kursi, dan lemari terbuat dari material kayu bekas peti kemas yang disesuaikan dengan suasana ruang dalam yang berkarakter lugas. Hal itu membuat interior dan eksterior pada bangunan menyatu dan selaras.

“Untuk mengimbangi warna-warna yang natural dari beton dan kayu, pada beberapa bagian diberi warna yang mencolok sebagai aksentuasi (hijau toska). Pada salah satu sisi dinding yang polos, ditambah dengan permainan pola dan warna, yang membuat ruang-ruang kamar memiliki sedikit sentuhan disorder untuk memecah kekakuan,” pungkas Andy. (S-2)

miweekend@mediaindonesia.com

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More