Menguak Misteri Bangsa Filistin

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Sabtu, 16 Jul 2016, 02:40 WIB Eksplorasi
Menguak Misteri Bangsa Filistin

AFP

SETELAH tiga milenia silam musnah dari muka bumi, bangsa Filistin kini 'dihidupkan' kembali. Para arkeolog berhasil membongkar misteri 'masyarakat laut' yang hidup antara 1200 SM dan 600 SM itu. Di bawah permukaan tanah Kota Ashkelon, 56 km sebelah selatan Tel Aviv, Israel, peneliti menyingkap 145 fosil individu dari sebuah permakaman kuno pertama Filistin sekaligus terbesar yang pernah digali. Tim yang tergabung dalam Ekspedisi Leon Levy itu menggali hingga kedalaman 3 meter di sebuah area bekas kebun anggur era Romawi. Berdasarkan temuan, kuburan itu tergolong mewah.

Para penggali mendapati botol-botol parfum di dekat tengkorak jazad. Di dekat kaki, ditemukan kendi yang diyakini sebagai tempat menampung minyak, anggur, atau makanan. Tak hanya itu, peneliti juga menemukan jenazah-jenazah yang masih mengenakan kalung, gelang, anting, dan cincin. Sebagian lainnya ditemukan terkubur dengan senjata. Menurut direktur ekspedisi Lawrence Stager, Filistin kerap dipandang tidak berbudaya dan diselimuti berbagai mitos. Karena itu, ungkapnya, temuan di Ashkelon bisa membalikkan persepsi tersebut. "Orang-orang Filistin dipandang buruk. Namun, di sini kita menemukan kehidupan kosmopolitan yang elegan, duniawi, dan terhubung dengan bagian lain di kawasan timur Mediterania," terang Stager.

Seperti diketahui, Filistin dalam literatur modern Barat kerap disebut dengan nada peyoratif karena dipakai sebagai sebutan bagi orang-orang yang melecehkan seni dan antiintelektualitas. Di sisi lain, antropolog Sherry Fox mengatakan gigi-gigi yang ditemukan menunjukkan orang-orang Filistin hidup dalam kondisi yang tidak mudah. Ditengarai jasad-jasad itu semasa hidup mengalami masalah kesehatan sejak kecil, di antaranya malnutrisi dan demam. "Kami juga melihat dari tulang-belulang bisa dikatakan mereka merupakan pekerja keras, mempraktikkan kawin sedarah, dan memanfaatkan gigi sebagai perkakas untuk menenun," imbuh Fox.

Goliath
Dari ratusan fosil individu yang ditemukan, tak satu pun mengindikasikan adanya sosok Filistin raksasa yang dikisahkan dalam Alkitab, yakni Goliath. Individu yang didapat peneliti paling besar hanya setinggi 1,8 meter. Dalam Kitab Samuel, Goliath dinyatakan setinggi 2,7 meter (9 kaki). Versi lain menyebut prajurit Filistin itu hanya setinggi 2 meter (6 kaki lebih). Goliath ialah Filistin paling terkenal. Naskah Ibrani kuno menceritakan Goliath kalah duel dengan Raja kedua Israel David--atau dalam Islam dikenal sebagai Nabi Daud. Rakyat Goliath hidup 3.000 tahun lalu sebagai pendatang di kawasan yang kini bernama Tel Aviv.

Para ahli meyakini mereka berasal dari wilayah Aegean. Namun, belum jelas asal usulnya secara persis. Kemungkinannya ialah dari daratan Yunani, Siprus, atau Anatolia (kini Turki). DNA yang ditemukan pada fosil nantinya akan digunakan untuk melacak asal migrasi tersebut. Diperkirakan, tes DNA akan membuahkan hasil tahun depan.

30 tahun
Tim Ekspedisi Leon Levy melakukan ekskavasi di Taman Nasional Ashkelon sejak 1985. Mereka mendapati berbagai fosil, artefak, serta arsitektur dari berbagai zaman, di antaranya Kanaan, Israel, Babilonia, Yunani, dan Romawi. Filistin ialah temuan terbaru yang didapat setelah misi penggalian yang dimulai 30 tahun silam. Secara historis, bangsa Filistin ialah pedagang dan pelaut yang dulu tinggal di wilayah antara Jalur Gaza dan Tel Aviv.

Mereka berbicara bahasa Indo-Eropa, tidak mempraktikkan sunat, dan memakan anjing serta babi. Para peneliti juga menyebut Filistin ahli dalam membuat minuman anggur dan minyak. Mereka dikenal sebagai musuh utama Kerajaan Israel. Filistin akhirnya punah diberangus Kerajaan Babilonia pimpinan Raja Nebuchadnezzar pada 604 SM. (Independent/Dhk/L-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More