Pemerintah Diminta Dukung Industri Busana Muslim

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Jumat, 24 Jun 2016, 12:41 WIB Humaniora
Pemerintah Diminta Dukung Industri Busana Muslim

MI/Usman Iskandar

KOMITE Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) meminta dukungan Pemerintah untuk pengembangan industri busana muslim yang ternyata menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di bidang ekonomi kreatif selain bidang makanan/kuliner.

Ketua Pokja Industri Kreatif KEIN Irfan Wahid dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Jumat (24/6), mengatakan berdasarkan hasil pertemuan antara KEIN dengan Presiden Joko Widodo sebulan sekali di luar rapat Kabinet, dan dalam rapat terbatas tentang presentasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, ternyata salah satu sektor yang paling banyak meningkatkan pertumbuhan ekonomi terdapat di bidang industri kreatif.

Menurut Irfan, ketika berbicara industri kreatif maka akan terdapat dua komponen terbesar yang ada di dalamnya, yaitu bidang makanan/ kuliner dan busana atau fashion. Namun, ternyata industri busana muslim inilah yang menyumbang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi Nasional.

"Kita sudah melihat, industri busana muslim memang sudah berjalan dengan sangat baik, tapi akan lebih baik lagi jika kita kerjakan bersama-sama dengan semua stakeholder (pemangku kebijakan) yang tekait," ujar dia.

Menurut Irfan, Presiden juga telah menyetujui prakarsa KEIN untuk mendiskusikan tentang industri kreatif, khususnya industri busana muslim di Tanah Air.

"Sebenarnya, kita juga punya bidang yang berpotensi besar yaitu industri berbasis halal. Namun, sayangnya, potensi industri berbasis halal kita di dunia masih di urutan nomor 10, sedangkan di urutan nomor satu adalah negara tetangga, yaitu Malaysia," ujar dia.

Terkait perihal busana muslim, Irfan mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa. Satu di antaranya, Indonesia merupakan satu dari lima besar negara anggota Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI) sebagai pengekspor busana muslim terbesar selain Bangladesh, Turki, Maroko, dan Pakistan.

Desain dan kualitas produk busana muslim Indonesia juga diakui berdaya saing global, karena mengandung unsur budaya dari batik dan tenun.

Namun, Indonesia, saat ini, juga masih menjadi negara dengan peringkat kelima pengonsumsi busana muslim tingkat dunia, selain peringkat tiga besar lainnya yaitu Turki, Uni Emirat Arab, dan Nigeria, lanjutnya.

Ia juga mengatakan saat ini ada beberapa negara yang bersiap menguasai pasar busana muslim dunia, di antaranya Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Malaysia, Amerika Serikat, Italia, Thailand, Jepang, Italia, Inggris, dan Prancis.

Oleh karena itu, menurut dia, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah sudah mengatakan terkait rencana Indonesia menjadi kiblat busana muslim se-dunia di 2017, sarana promosi berupa database dan katalog industri yang lengkap diperbesar guna mengetahui kekuatan Indonesia.

Selain itu, menurut Euis, pihaknya juga akan memberikan fasilitas bagi pelaku industri busana muslim untuk ikut pameran baik di dalam negeri dan luar negeri. (Ant/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More