Hakan Sukur Dituding Hina Presiden Turki

Penulis: AFP/I-1 Pada: Kamis, 16 Jun 2016, 20:05 WIB Sepak Bola
Hakan Sukur Dituding Hina Presiden Turki

AFP PHOTO / VALERY HACHE

MANTAN pemain timnas Turki, Hakan Sukur, Kamis (16/6) diadili lantaran menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan di media sosial. Sukur yang pernah mencetak gol tercepat kala menghadapi Korsel di Piala Dunia 2002, diadili secara in absentia. Dia termasuk dari ribuan orang yang dikenai tuduhan serupa, termasuk wartawan, politisi, maupun selebritas di Turki.

Menurut pengacara Sukur, Ali Onur Guncel, kliennya telah pindah ke Amerika Serikat namun bersedia memberikan keterangan dari sana jika diperlukan. Mengutip sejumlah surat kabar di Turki, Sukur menghina Erdogan di twitter pada tahun lalu dengan menyebut sang presiden sebagai pencuri meski tak menyebut namanya secara langsung. Dalam persidangan, jaksa menuntut Sukur hukuman penjara selama 4 tahun.

Sukur yang menjadi ujung tombak timnas Turki berkarir di sepak bola sejak 1987 sebelum akhirnya pensiun pada 2007. Selama kariernya di timnas, dia telah melesakkan 51 gol dari 122 penampilan. Dia memegang rekor sebagai pencetak gol tercepat di Piala Dunia saat membobol gawang Korsel ketika pertandingan baru berlangsung 11 detik. Rekor itu tercipta pada 2002 saat Piala Dunia dihelat di Korsel dan Jepang.

Seusai pensiun dari lapangan hijau, Sukur terjun ke politik dan terpilih sebagai anggota parlemen pada 2011 mewakili Partai Pembangunan dan Keadilan, partai yang juga mengusung Erdogan. Namun, pada 2013, Sukur mengundurkan diri dari parlemen setelah pemerintahan Erdogan dituding terlibat korupsi.

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More