Ini Kata Jusuf Kalla soal IDI Tolak Eksekusi Hukuman Kebiri

Penulis: Astri Novaria Pada: Jumat, 10 Jun 2016, 19:29 WIB Polkam dan HAM
Ini Kata Jusuf Kalla soal IDI Tolak Eksekusi Hukuman Kebiri

ANTARA FOTO/Setpres/Cahyo

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menilai penolakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengeksekusi hukuman kebiri tidak berpengaruh banyak terhadap eksekusi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 yang memuat tindakan kebiri.

Menurut Kalla, masih ada dokter polisi yang bisa diandalkan untuk mengeksekusi hukuman kebiri kimia sebagaimana diamanatkan di dalam Perppu tersebut.

"Itu hak dia (IDI), tapi kan ada juga dokter yang bukan IDI. Itu penugasan, ya sudah pakai dokter polisi saja yang ditugaskan," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (10/6).

Menurut Wapres, hukuman kebiri tidak dilakukan kepada sembarang pelaku. Hukum kebiri akan dikenakan kepada pelaku yang berulang kali melakukannya, beramai-ramai, dan pedofil. Hakim yang nanti memutuskan hukuman mana yang pantas diberikan.

Kalla pun menegaskan bahwa hukum tetap harus ditegakkan. "Itu sanksi khusus. Tidak semua orang dapat, kan sudah diputuskan memang begitu," tandasnya.

Adapun sebelumnya, IDI telah mengeluarkan surat tertanggal 9 Juni 2016 yang meminta agar dokter tidak menjadi eksekutor dari Perppu 1/2016 yang memuat tindakan kebiri tersebut.

Penolakan itu didasarkan atas fatwa Majelis Kehormatan dan Etik Kedokteran (MKEK) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Kebiri Kimia dan juga didasarkan pada Sumpah Dokter serta Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki).

IDI juga mengatakan bahwa atas dasar keilmuan dan bukti-bukti ilmiah, kebiri kimia tidak menjamin hilang atau berkurangnya hasrat serta potensi perilaku kekerasan seksual pelaku.

IDI juga meminta pemerintah mencari solusi lain selain penggunaan kebiri kimia yang sekali lagi dianggap tidak efektif dalam kasus kekerasan seksual. Mereka juga bersedia untuk memaparkan pandangan ilmiah dan etikanya tersebut di hadapan Presiden Joko Widodo. (Nov/OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More