Wapres: Jika Napi Teroris Disatukan, Mereka Bikin Universitas

Penulis: Astri Novaria Pada: Jumat, 10 Jun 2016, 19:26 WIB Polkam dan HAM
Wapres: Jika Napi Teroris Disatukan, Mereka Bikin Universitas

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Tito Karnavian berniat untuk membangun sebuah penjara khusus menangani narapidana kasus terorisme. Harapannya, dengan ada penjara khusus pengawasan bisa dilakukan secara maksimal.

Menanggapi hal ini, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengaku khawatir yang terjadi justru sebaliknnya. Menurut dia, jika seluruh terpidana kasus terorisme disatukan dalam satu tempat justru dikhawatirkan akan mengonsolidasikan kekuatan.

"Penjara khusus teroris itu sudah diusulkan sejak lama, tapi juga ada bahayanya. Kalau disatukan dia bikin universitas, senior mengajar junior untuk lebih aktif," ujar JK di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/6).

JK mencontohkan, seperti jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mengembangkan jaringannya di penjara dengan menyebarkan ajarannya ke tahanan lain. Dan juga jaringan Santoso yang diketahui juga berkembang di penjara.

"Buktinya, Santoso bekas tahanan merekrut anak muda lainnya, lebih internasional lagi ISIS juga hampir semua pimpinannya bekas ditahan semua di Irak. Di penjara dia lebih radikal stelah keluar, karena bersama-sama. Jadi untuk menyatukan mereka bisa lebih bahaya juga. Memang semua ada risiko. Kalau disatukan kriminal lainnya bisa mengajak kriminal itu, tapi antara mereka lebih radikal kalau bersama-sama," pungkasnya.

Adapun sebelumya, BNPT menyebut Lapas khusus teroris yang terletak di Sentul, Bogor, Jawa Barat, akan segera dioperasikan. Sejak 1999 hingga April 2016 sudah terdapat 1.114 pelaku terorisme yang berhasil ditangkap, 834 di antaranya sudah diajukan ke persidangan dan mendapatkan vonis, 531 orang sudah bebas, dan 333 sisanya masih menjalani hukuman. (Nov/OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More