Terbukti Ikut Menjual Buku Kepsek Dipecat

Penulis: KG/J-1 Pada: Sabtu, 28 Mei 2016, 08:40 WIB Megapolitan
Terbukti Ikut Menjual Buku Kepsek Dipecat

Foto Istimewa

DINAS Pendidikan Kota Depok sedang menyiapkan surat pemecatan terhadap sejumlah kepala sekolah karena kedapat­an terlibat dalam penjualan buku dan lembar kerja siswa di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila Prabowo mengatakan surat pemecatan itu sedang diproses.

“Mereka akan dikembalikan menjadi guru biasa dan dimutasi. Jabatan yang mereka tinggalkan akan diisi guru senior yang lebih profesional,” katanya, kemarin.

Kepala sekolah yang akan dipecat itu, baik kepala sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK), dinyatakan telah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 2/2008 tentang Buku. Dalam peraturan menteri itu, kepala sekolah dan guru dilarang keras menjual atau menjadi bagian dari penjualan buku di lingkungan sekolah.

Herry belum berani menyebut identitas kepala sekolah itu karena suratnya sedang diproses Badan Kepegawai­an Daerah (BKD). “Di tahun ajaran baru ini, hasilnya bisa dilihat siapa yang digantikan siapa,” sebutnya.

Langkah pemecatan itu diapresiasi Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad. Ia berharap institusi pendidikan makin bersih dari praktik maladmi­nistrasi dan korupsi. “Masalah pendidikan merupakan program 100 hari kerja pertama dan program lima tahun Pemerintah Kota Depok,” kata Idris.

Pemecatan sejumlah kepala sekolah itu juga diapresiasi Ombudsman Republik Indonesia (RI). Menurut Koordinator Bidang Penyelesaian Laporan dan Pengaduan Masyarakat Ombudsman RI Domunikus Dalu S, jual beli buku dan lembar kerja siswa (LKS) memberatkan orangtua siswa berekonomi lemah. (KG/J-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More