Tangkal Nyeri Haid dengan Yoga

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 04 Mei 2016, 06:55 WIB Kesehatan
Tangkal Nyeri Haid dengan Yoga

DOK. OT GROUP

Haid kadang mendatangkan ketidaknyamanan bagi sebagian perempuan. Siklus reproduksi itu kadang memicu nyeri di perut. Yoga bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi nyeri itu.

“Melalui beberapa gerakan yoga sederhana, rasa nyeri ketika menstruasi dapat mereda karena yoga membuat otot-otot menjadi lebih rileks,” kata instruktur yoga profesional, Yudhi Widdyantoro, pada peluncuran kampanye bertajuk Stay Fresh and Healthy with Kiranti yang diselenggarakan OT Group di Jakarta, Sabtu (30/4).

Yudhi yang juga pendiri Komunitas Yoga Gembira itu menjelaskan salah satu gerakan yoga pencegah nyeri haid yang bisa dilakukan ialah janu sirsasana (head to knee pose). Gerakan yoga itu dimulai dengan posisi awal duduk dengan satu kaki lurus ke depan dan kaki yang satunya dilipat menyentuh paha kaki sebelahnya. Kemudian, sentuh bagian kaki yang diluruskan ke depan dengan menggunakan tangan dan posisikan kepala hingga wajah mendekati lutut. Setelah itu, ulangi gerakan tadi pada kaki sebelahnya.

“Setiap gerakan yoga memiliki efek terapis yang berfungsi memperlancar peredaran darah di seluruh tubuh. Selain itu, yoga juga mampu menenangkan pikiran. Dengan semua manfaat itu, yoga sangat disarankan dilakukan wanita saat menstruasi,” ujar Yudhi.

Pada kesempatan sama, Public Relations of OT Michael Bliss menjelaskan survei yang dilakukan Frontier menyatakan 62,7% dari wanita Indonesia mengalami nyeri yang mengganggu saat menstruasi dan hal itu menjadi kendala mereka dalam beraktivitas.

“Melalui kampanye ini kami mengajak wanita Indonesia tidak menjadikan menstruasi sebagai halangan dan tetap segar dalam menjalani aktivitas harian, yaitu dengan kembali kepada bahan-bahan alami sebagai obat pereda nyeri dan rutin melakukan yoga,” ujarnya. (*/H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More