Kapolda Metro Jaya Imbau Tak Demo saat KTT OKI

Penulis: Arga Sumantri Pada: Kamis, 03 Mar 2016, 16:25 WIB Megapolitan
Kapolda Metro Jaya Imbau Tak Demo saat KTT OKI

ANTARA/Wahyu Putro A

POLDA Metro Jaya mengajak masyarakat untuk bekerja sama melancarkan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI). Salah satunya, dengan tidak melakukan demonstrasi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengimbau warga buat tak turun ke jalan selama penyelenggaraan KTT itu.

"Kita upayakan selama tanggal 6-7 Maret, tidak ada kegiatan-kegiatan unjuk rasa," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/3).

Hal itu, menurut Tito bisa jadi cara buat menunjukkan keramahan Indonesia sebagai tuan rumah agenda Internasional itu. Terlebih bahasan dalam KTT LB OKI terkait masa depan bangsa Palestina.

"Harus semua pihak (mengamankan). Bukan hanya jajaran polisi, TNI, atau Pemda, tapi semua warga negara Indonesia. Sebab menyangkut prestige negara kita harus bersatu untuk mengamankan dan melancarkan jalannya KTT ini," ucap Tito.

Indonesia bakal jadi tuan rumah KTT LB OKI. Agenda negara-negara Islam dunia itu bakal berlangsung pada 6-7 Maret 2016 di Jakarta Convention Centre (JCC).

Polisi mengerahkan 3200 pasukan dan 600 personol Korps Brimob buat mengamankan jalannya KTT LB OKI. Ada 17 hotel di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan yang bakal dapat pengamanan lebih ketat. Lantaran, hotel itu jadi tempat menginap para delegasi negara-negara Islam peserta KTT LB OKI.

Ada 49 negara disebut sudah mengonfirmasi buat hadir. 25 kepala negara siap datang, 49 peserta setingkat menteri juga bakal hadir di Jakarta.(X-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More