Macam-Macam Dugaan Modus Sabotase Banjir di Jakarta

Penulis: LB Ciputri Hutabarat/MTVN Pada: Rabu, 02 Mar 2016, 11:52 WIB Megapolitan
Macam-Macam Dugaan Modus Sabotase Banjir di Jakarta

Antara/Wahyu Putro A

PENEMUAN sebanyak 8 truk kabel di daerah protokol Jakarta menjadi pertanyaan bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Dia menduga ada pihak yang sengaja meletakkan kabel tersebut agar Jakarta kembali banjir.

Ternyata, Ahok, sapaan Basuki mengungkapkan kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2014. Namun saat itu dia tak ambil pusing. Sampai pada awal tahun ini Jalan Medan Merdeka Utara kembali tergenang.

"Saya pikir mana mungkin tergenang, pompa semua bagus kok," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/3).

Tindakan ini, lanjut Ahok bisa dibilang bentuk sabotase banjir di Ibu Kota. Pasalnya tak hanya soal kabel. Ternyata Ahok bilang ada sejumlah modus lainnya yang siduga sengaja dilakukan agar Jakarta banjir.

Ahok mencontohkan ada salah satu underpass di Jakarta yang kabel sengaja digunting. Kemudian ada pula kejadian di Pasar Gembrong, Jakarta Timur yang pompa air juga mati dengan sejumlah alasan.

"Mereka bilang digigit tikus (kabelnya) lah, kebakaran lah. Aku sih iya saja," ujar Ahok.

Dan baru-baru ini, Ahok mengemukakan kecurigaannya pascabanjir di Angke, Jakarta Barat. Dia bilang Jakarta Barat tak mungkin banjir jikalau daerah Pasar Ikan, Gajah Mada dan Istiqlal dalam keadaan kering.

"Saya langsung curiga ini pasti kalian buang airnya semua dibuang ke (pintu air banjir) Kanal Barat. Pasti kamu tutup pintu (air)nya," ucap dia.

Ahok bilang adalah wajar Jakarta Barat banjir jika hanya satu pintu Banjir Kanal Barat yang dibuka. Harusnya, kata dia, aliran air dipecah dengan membuka pintu air Karet. Sehingga air tidak terkumpul pada satu titik.

"Nanti sudah siaga 1 dibuka mendadak ya (wajar) tenggelem dong Jakarta. Saya panggil, katanya itu protap lama. Padahal saya sudah suruh buka," terang dia.

Mantan bupati Belitung Timur ini mengaku tak tahu alasan orang-orang tersebut sengaja melakukan hal tersebut. Dia menjelaskan sudah menyerahkan ini kepihak yang berwajib.

"Aku enggak mau ambil pusing, aku lapor ke polisi dan yang penting udah enggal tergenang lagi," tandas dia. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More