Pemkot Tangerang Beli Pompa Besar untuk Atasi Banjir

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Rabu, 02 Mar 2016, 10:18 WIB Megapolitan
Pemkot Tangerang Beli Pompa Besar untuk Atasi Banjir

ANTARA/Audy Alwi

PEMERINTAH Kota Tangerang, Banten akan membeli pompa penyedot air berukuran besar dengan kapasitas 500 liter per detik untuk membantu mempercepat penurunan debit air jika terjadi banjir.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Rabu (2/3), mengatakan ada empat unit pompa berukuran besar yang akan di beli tahun ini.

"Sehingga seluruhnya memiliki kapasitas dua meter kubik jika satu unitnya bisa menyedot 500 liter per detik," ujarnya.

Nantinya, pompa berukuran besar tersebut akan diletakan di lokasi banjir dan airnya dibuang ke kali atau sungai yang sebelumnya telah dikeringkan.

Karenanya, petugas pengawas kali dan sungai maupun situ telah bersiaga jika adanya intensitas hujan tinggi agar air bisa mengalir.

Begitu pula dengan penambahan dua pintu seperti di kali Ledug dan Situ Bulakan. Sehingga, ketika ada hujan, maka pintu air ditutup agar air dari Cirarab tidak balik dan air di Kali Ledug bisa di pompa.

"Kita sudah siapkan skenario penambahan pintu air dan pompa ukuran besar. Begitu juga sistem pompa sehingga tidak ada genangan air hingga ke pemukiman," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Taufik Syazaeni mengatakan telah mengaktifkan 160 pintu air untuk mengantisipasi banjir di pemukiman warga.

Pembukaan pintu air tersebut dimaksudkan agar air hujan langsung teraliri ke sungai dan tidak menjadi genangan di jalan.

Sementara untuk pompa air yang saat ini telah dimiliki pada tahun lalu terdata ada 61 unit dan tambahan lagi pada tahun ini. (Ant/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More