Ridwan Kamil Batal Maju di Pilkada DKI karena tidak Mau Diadu

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Rabu, 02 Mar 2016, 08:52 WIB Megapolitan
Ridwan Kamil Batal Maju di Pilkada DKI karena tidak Mau Diadu

Ridwan Kamil -- MI/Rommy Pujianto

WALI Kota Bandung Ridwan Kamil memutuskan tidak maju di Pilkada DKI Jakarta 2017 pada Senin (29/2). Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan dirinya ingin menyelesaikan masa jabatannya sebagai wali kota Bandung.

Pengamat komunikasi politik Lely Arrianie mengatakan alasan sebenarnya Emil batal maju di Pilkada DKI adalah karena dia tidak mau diadu melawan pemimpin yang sama baiknya dengan dirinya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama.

"Jika mereka bertarung, salah satu harus ada yang kalah. Jika Ahok menang, Ridwan Kamil akan hilang. Jika Ridwan Kamil, Ahok yang akan hilang. Padahal yang kita cari adalah pemimpin baik yang bisa menyebar di seluruh Indonesia," ujar Lely.

"Selain itu, jika Ridwan Kamil meninggalkan Bandung sementara dia belum memiliki kader yang bisa menggantikan dirinya, Bandung akan kehilangan pemimpin yang baik," imbuhnya.

Karenanya, ungkap Lely, keputusan Emil tidak ambil bagian dalam Pilkada DKI adalah karena dia mendengarkan rakyatnya yang tidak ingin dia berspekulasi untuk diadu dengan pemimpin baik seperti Ahok.

"Tapi, seandainya yang dilawan Ridwan Kamil bukanlah pemimpin sebaik Ahok, dia akan meninggalkan posisinya di Bandung untuk bertarung di DKI," kata Lely.

Hal itu sama dengan apa yang terjadi kala Joko Widodo meninggalkan Solo. Kala itu, warga Solo rela dan bahkan mendukung Jokowi meninggalkan kota itu. Pasalnya, yang dihadapi Jokowi adalah pemimpin yang tidak sebaik harapan warga.

"Demikian juga ketika Jokowi bertarung di Pilpres. Pendukungnya meminta dan mendukung keputusan Jokowi meninggalkan posisi sebagai Gubernur DKI," pungkas Lely. (RO/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More