TGB Imbau Masyarakat Sikapi Quick Count Tidak Berlebihan

Penulis: Melalusa Susthira K Pada: Rabu, 17 Apr 2019, 21:53 WIB Politik dan Hukum
TGB Imbau Masyarakat Sikapi Quick Count Tidak Berlebihan

Antara/Hafidz Mubarak
Mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau TGB

KETUA Koordinator Bidang Keumatan DPP Golkar Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengimbau agar masyarakat tidak menyikapinya hasil hitung cepat lembaga survei dalam Pilpres 2019 secara berlebihan, menurutnya yang terpenting ialah mensyukurinya.

"Mari kita menyikapi hasil survei itu dengan tidak berlebihan sebagaimana kita lihat tadi tidak ada euforia apapun ya, Pak Jokowi, teman-teman di TKN, tidak ada euforia apapun. Semua bersyukur melihat hasil survei itu dengan penuh kesyukuran," ujar TGB saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (17/4).

Menurut TGB, lembaga survei yang merilis hasil perhitungan cepat tersebut kredibel, dan berdasarkan hasilnya tidak terdapat perolehan yang berbeda signifikan. Ia juga berharap agar hasil perhitungan cepat ini akan sesuai dengan hasil resmi dari KPU nantinya.

"Saya pikir semua lembaga kredibel ya, yang melakukan quick count itu kan sepakat ya bahwa pasangan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin itu menang cuma hasilnya kan ada yang 53, ada 54, 55. Jadi kami punya keyakinan Insyallah mudah-mudahan hasil real count dari KPU itu sesuai dengan quick count sebagaimana apda pemilu-pemilu sebelumnya," terang TGB.

Baca juga : KPU: Quick Count Bisa Dipertanggungjawabkan

TGB tidak menampik keakuratan metode perhitungan cepat yang mengunggulkan pasangan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019, meskipun demikian ia menegaskan untuk tetap berpedoman pada hasil akhir yang diumumkan oleh KPU selaku penyelenggara pemilu.

"Mari kita dengan berlapang dada kita tunggu hasil, kita hormati quick count, yang mau percaya ya Alhamdulillah sesuai metode scientific, yang merasa kurang lega atau kurang nyaman silahkan tunggu hasil KPU," tutur TGB.

TGB mengingatkan per 17 April 2019 kontestasi pemilu sudah usai, sehingga elite politik diharapkan memberikan ujaran-ujaran dan pernyataan yang menyejukan kepada masyarakat, dan bukan sebaliknya yang justru dapat memprovokasi masyarakat.

"Tapi tidak boleh siapapun kita atau tokoh-tokoh menyuarakan hal-hal yang akan menyebabkan masyarakat kita terprovokasi atau mempersulit kita untuk membangun Indonesia ke depan. Itu kan yang rugi bukan satu atau dua pihak, tapi kita semua," pungkasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More