PM Terpilih Palestina Umumkan Kabinet Baru

Penulis: Willy Haryono Pada: Senin, 15 Apr 2019, 14:00 WIB Internasional
PM Terpilih Palestina Umumkan Kabinet Baru

AFP/ABBAS MOMANI
Presiden Palestina Mahmoud Abbas bersama PM terpilih Mohammad Shtayyeh.

OTORITAS Palestina membentuk pemerintahan baru yang didominasi loyalis Presiden Mahmoud Abbas. Pengumuman kabinet baru ini diumumkan perdana menteri terpilih Palestina Mohammad Shtayyeh.

Dikutip dari laman AFP, Minggu (14/4), beberapa posisi kunci tidak berubah dari kabinet sebelumnya yang dipimpin PM Rami Hamdallah.

Sejumlah analis menilai perubahan kabinet ini didesain untuk mengisolasi kelompok Hamas dari kesatuan Palestina. Sejak lebih dari satu dekade terakhir, Hamas terus berseteru dengan faksi Fatah dan juga Shtayyeh.

Dalam pernyataan pada akhir pekan kemarin, Abbas mengonfirmasi terbentuknya pemerintahan baru dan menyambut baik kabinet PM Mohammad Shtayyeh.

Kabinet baru terdiri dari banyak sekutu Fatah. Namun ada beberapa faksi, termasuk Front Pembebasan Palestina, menginginkan pemerintahan bersatu yang juga melibatkan Hamas.

Baca juga: Indonesia Kecam Kekerasan Israel di Palestina

Hamas adalah kelompok penguasa Jalur Gaza, sementara Otoritas Palestina dikepalai Abbas di Tepi Barat.

Pemerintahan baru PM Shtayyeh menggantikan kabinet teknokratik yang pernah didukung Hamas dan beberapa faksi lainnya. Menteri Luar Negeri Riyadh al-Maliki dan Menteri Keuangan Shukri Bishara masih dipertahankan dalam kabinet baru Palestina.

Ateh Abu Seif, warga Palestina yang pernah dihajar habis-habisan oleh sekelompok orang di Gaza, akan menjadi Menteri Kebudayaan.

Pembentukan kabinet baru telah diperintahkan Abbas kepada Shtayyeh sejak 10 Maret. Utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, menyambut baik kabinet baru PM Shtayyeh.

"PBB berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan kepemimpinan Palestina dan masyarakatnya dalam mengakhiri pendudukan (oleh Israel) serta terus mendukung usaha menuju pembentukan negara berdasarkan resolusi PBB," ujar Mladenov.

Hamas dan Fatah berseteru sejak Hamas menguasai Jalur Gaza pada 2007. Politik Palestina pun terpecah sejak saat itu dan berbagai upaya rekonsiliasi kedua faksi belum membuahkan hasl hingga saat ini.

Merespons pembentukan kabinet baru, Hamas menilai Fatah telah melakukan penyelewengan kekuasaan. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More