Pesawat Terbesar di Dunia Mengangkasa

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Senin, 15 Apr 2019, 10:35 WIB Internasional
Pesawat Terbesar di Dunia Mengangkasa

AFP/APRIL KELLER
Pesawat raksasa Stratolaunch

DUNIA penerbangan memasuki babak baru. Pada Sabtu (13/4), pesawat berukuran terbesar di dunia, diuji coba terbang untuk pertama kalinya.

Pesawat raksasa itu ialah Stratolaunch, yang terdiri atas dua badan pesawat dan enam mesin Boeing 747. Mengawali kiprahnya, Stratolaunch melakukan uji coba terbang perdana di California, Amerika Serikat.

Megajet yang khusus dirancang untuk terbang ke angkasa luar tersebut, melakukan penerbangan pertama di atas Gurun Mojave.

Para insinyur yang merancang pesawat itu mengatakan, saat berada di luar angkasa, roket akan menyala untuk menyebarkan sejumlah satelit yang dibawa dari bumi.

Menurut para pakar penerbangan, seharusnya terobosan itu menjadi cara yang lebih fleksibel untuk menyebarkan satelit ketimbang menggunakan roket yang lepas landas secara vertikal seperti yang dilakukan selama ini.

Baca Juga : Pesawat Terbang Terbesar di Dunia Diuji Coba

Metode mengirim satelit ke angkasa luar secara vertikal, membutuhkan landasan panjang untuk proses lepas landas.

Akan tetapi, dengan adanya ide melahirkan pesawat terbesar di dunia tersebut, peluncuran satelit akan lebih fleksibel. Ide membuat Stratolaunch dicetuskan Scaled Composites, yakni sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknik mesin.

Dalam proyek pengerjaan pesawat raksasa itu, para insinyur teknik mesin di Scaled Composites, merancang pembuatan pesawat dengan rentang sayap lebih panjang dari lapangan sepak bola.

Analoginya, jika dibandingkan dengan pesawat terbesar buatan pabrikan Airbus, yaitu Airbus A380, rentang sayap Stratolaunch setara 1,5 kali dari sayap pesawat berbadan lebar produksi negara-negara Eropa tersebut.

Secara lebih rinci, rentang sayap pesawat raksasa itu mencapai 117 meter, sedangkan rentang sayap Airbus A380, sekitar 80 meter.

Dalam uji terbang perdana, Stratolaunch terbang selama 2,5 jam di langit Gurun Mojave.

Tingkat kecepatan tertinggi yang diperkenankan saat tahap uji coba hanya sekitar 304 kilometer per jam dengan ketinggian sekitar 17 ribu kaki atau 5.182 meter.

"Penerbangan pertama ini sungguh luar biasa. Bisa dibilang, uji coba ini melampaui misi kami untuk menyediakan alternatif yang fleksibel terkait dengan sistem peluncuran darat," tutur CEO Stratolaunch, Jean Floyd.

Sementara itu, mengenai sumber pendanaan yang membiayai proyek Stratolaunch, Scaled Composites mengaku mendapat suntikan dana dari salah satu pendiri Microsoft, yaitu Paul Allen.

Menurut sejumlah kalangan, masa depan proyek Stratolaunch diprediksi cemerlang karena menjadi langkah terobosan untuk masuk ke pasar peluncuran satelit berukuran kecil.

Namun, muncul kendala yang tidak terduga. Sang penyandang dana, Allen, mengembuskan napas terakhir pada Oktober tahun lalu.

Akibatnya, perusahaan pun diliputi faktor ketidakpastian. Masa depan Stratolaunch yang tadinya cerah, kini justru menjadi terancam. (AFP/Tesa Oktiana Surbakti/I-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More