Apheresis, Donor Komponen Darah

Penulis: MI Pada: Rabu, 27 Mar 2019, 10:15 WIB Humaniora
Apheresis, Donor Komponen Darah

ANTARA/Fahrul Jayadiputra
mesin Apheresis

Selain donor darah biasa, ada yang disebut donor darah apheresis. Berbeda dengan donor darah biasa, donor darah apheresis menggunakan mesin khusus untuk mengambil komponen darah tertentu. Seperti sel darah merah (trombosit), sel darah putih, atau plasma darah. Adapun komponen darah lain yang tidak dibutuhkan akan dikembalikan ke tubuh donor.

Dokter David H Sidabutan MBiomed menjelaskan, kelebihan donor darah apheresis ialah mutu komponen darah yang diambil, seperti trombosit, lebih konsisten dan kandungannya lebih besar. Hal tu menguntungkan bagi pasien penerima komponen tersebut. Misalnya, pasien kanker darah yang membutuhkan tambahan trombosit.

Menurut David, tidak jauh berbeda dengan donor darah biasa, donor apheresis juga harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain donor laki-laki harus memiliki berat badan minimal 55 kilogram, adapun perempuan minimal 60 kilogram. Kemudian, memiliki kadar Hb 13-17 gram dan tekanan darah sistole 110-150 mmHg, diastole 70-90 mmHg.

"Hanya pendonor yang telah diperiksa dan memenuhi kriteria seleksi donor apheresis yang diperbolehkan untuk menyumbangkan darahnya," ujarnya pada seminar awam dan donor darah bertajuk Setetes Darah Menembus Batas yang digelar Rumah Sakit Premier Bintaro (RSPB), Tangerang, Rabu (20/3).

Sebelum melakukan donor apheresis, terdapat beberapa prosedur yang harus diikuti, yaitu screening, pengambilan sampel darah sebanyak 3-5 mililiter untuk dilakukan pemeriksaan hematologi, setelah hasil pemeriksaan diketahui, maka donor harus mengisi formulir informed consent, kemudian dilakukan donor apheresis selama 1,5-2 jam.

Baca juga: Warga Wajib Jadi Peserta BPJS Kesehatan

"Saat pengambilan darah, donor darah harus selalu dimonitor sampai 15 menit. Setelah selesai, donor harus beristirahat setidaknya 10 menit di tempat tidur dan mengonsumsi beberapa menu seperti susu agar tubuh kembali fit," jelas David.

Setelah melakukan donor apheresis, biasanya donor akan merasakan beberapa efek samping, tapi minim saja, seperti rasa tidak nyaman di tempat penusukan jarum. Serta kesemutan di wajah, mulut, atau bagian tubuh lainnya," imbuh David.

Pada kesempatan sama, dr Putri Sihartaty MBiomed mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sebab hasilnya sangat bermanfaat untuk sesama.

"Kenapa sih harus menyumbangkan darah? Karena kebutuhan darah sangat tinggi, antara lain karena meningkatnya kasus penyakit talasemia dan hemofilia. Sementara itu, darah belum bisa dibuat," ujar dokter dari Unit Tranfusi Darah Pusat Palang Merah Indonesia tersebut.

Donor darah, lanjutnya, tidak akan merugikan si donor sebab darah yang diambil hanya 350-450 ml atau 11%-13% dari total volume darah. "Prosesnya hanya butuh waktu 15 menit. Darah yang kita sumbangkan dapat membantu 1-3 pasien," tambahnya.

Sementara itu, dari kegiatan donor darah yang dilakukan di acara sama, terkumpul 76 kantong darah dari karyawan RSPB dan anggota komunitas Forum Komunikasi Dermawan Darah terkumpul 76 kantong darah. (*/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More