Hakim Nonaktif PN Semarang Ditahan KPK

Penulis: Rahmatul Fajri Pada: Rabu, 27 Mar 2019, 10:50 WIB Politik dan Hukum
Hakim Nonaktif PN Semarang Ditahan KPK

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Hakim (nonaktif) Pengadilan Negeri Semarang Lasito (tengah) dengan rompi tahanan menuju mobil tahanan usai diperiksa di kantor KPK, Jakarta.

HAKIM nonaktif Pengadilan Negeri Semarang Lasito (LAS) ditahan KPK. Ia dibui seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

"Hakim LAS ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Lasito selaku hakim pada Pengadilan Negeri Semarang diduga menerima hadiah atau janji dari Ahmad Marzuqi. Pada pertengahan 2017, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 dengan tersangka Ahmad Marzuqi.    

Ahmad Marzuqi kemudian mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Semarang yang kemudian diregister dalam perkara Nomor: 13/PId.Pra/2017/PN.Smg.

Ahmad Marzuqi mencoba mendekati Hakim Tunggal Lasito melalui panitera muda di PN Semarang.    

Hakim Tunggal memutuskan praperadilan yang diajukan Ahmad Marzuqi dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka Ahmad Marzuqi tidak
sah dan batal demi hukum.

Diduga Ahmad Marzuqi selaku Bupati Jepara memberikan total dana sebesar Rp700 juta (dalam bentuk rupiah sebesar Rp500 juta dan sisanya dalam bentuk dolar AS setara dengan Rp200 juta) kepada hakim

Lasito terkait dengan putusan atas praperadilan tersebut.   

Diduga uang diserahkan ke rumah Lasito di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat.   
Sebagai pihak yang diduga penerima, Lasito di-sangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.    

Sementara itu, sebagai pihak yang diduga pemberi, Ahmad Marzuqi disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Di Jakarta, dua hakim PN Jakarta Selatan, yakni Iswahyu Widodo dan Irwan, segera menghadapi persidangan atas perkara suap yang membelitnya.

Keduanya merupakan tersangka terkait dengan kasus dugaan suap penanganan perkara perdata di PN Jaksel.

KPK telah melimpahkan berkas, barang bukti, dan kedua tersangka ke pengadilan.

Sidang rencananya digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Terkait dengan kasus ini sudah diperiksa sekurangnya 25 saksi. Adapun unsur saksi di antaranya hakim, Direktur PT Dinamika Muda Mandiri, advokat, panitera pengadilan tinggi, dan pihak swasta. (Faj/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More