Ma'ruf : Kampanye Jangan Seram-seram, Bukan Berperang

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Senin, 25 Mar 2019, 20:49 WIB Politik dan Hukum
Ma

Dok. TKN Jokowi-Amin
Calon Wakil Presiden nomow urut 01, Ma'ruf Amin saat akan bertolak ke Lebak

CALON Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengingatkan kepada semua pihak agar tidak melakukan kampanye terbuka dengan menyampaikan hal-hal yang menyeramkan.

Selain itu, Ma'ruf juga berpesan agar semua kontestan tidak menyampaikan hoaks atau ujaran kebencian dalam kampanye terbuka.

"Kampanye jangan seram-seram kita ini kontestasi bukan perang. Makanya isu isu yang seperti fitnah, seperti orang yang mau perang saya kira itu dihindari," ujar Ma'ruf saat akan berangkat menghadiri Tabligh Akbar di Lebak dari kediamannya, Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Senin (25/3).

Sebelumnya diberitakan bahwa Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), menyatakan kampanye terbuka yang dilakukan pihaknya berintikan pesta demokrasi yang mendorong kegembiraan.

Karena itu, model kampanye Jokowi-Amin adalah kampanye dengan memakai pesta budaya dan karnaval.

"Karena kan memang pesta demokrasi. Masa kita kampanye harus seram-seram?" kata Jokowi kepada wartawan usai kampanye di Lapangan Maulana Yusuf, Kota Serang, Minggu (24/3).

Merespons ajakan itu, Ma'ruf berharap agar masyakat tetap menjaga kedamaian pada saat pencoblosan yang akan digelar pada 17 April mendatang.

Baca juga : Saat Safari ke Lebak, Ma'ruf Perkenalkan Hologram Jokowi-Amin

Karena itu, dia meminta agar lawan politiknya tidak melakukan provokasi kepada masyarakat.

"Jangan kita diprovokasi seperti perang, sering dalam pidato saya bahwa Pilpres bukan perang tapi kontestasi. Tidak boleh merusak kesatuan kita, persaudaraan kita sesama bangsa," ucap Mantan Rais Aam PBNU ini.

Menurut Ma'ruf, pada prinsipnya sah-sah saja jika ingin memperoleh kemenangan di Pilpres 2019, asalkan tidak memecah keutuhan bangsa. Karena itu, dia mengajak kepada semua kontestan untuk fokus menyampaikan gagasannya saja kepada masyarakat.

"Karena itu jangan menggunakan cara yang bisa memecah bangsa. Tapi masing-masing menyampaikan program, mengajak rakyat untuk memilih. Kita masing- masing kita tawarkan program-program kita ke depan juga, tentu juga jejak kita pada masa yang lalu," kata Ma'ruf.

Dengan maraknya hoaks dan fitnah, Ma'ruf dan Jokowi kini juga sudah menyatakan bahwa akan melawannya. Karena, menurut Ma'ruf, jika hoaks tidak dilawan akan semakin banyak masyarakat yang terprovokasi.

"Sebab kalau tidak (dilawan) akan banyak orang terprovokasi. Pak Jokowi juga sudah mulai mengatakan ‘saya sekarang melawan’. Memang kita harus melawan, kemudian jangan rakyat terprovokasi dengan orang-orang yang mempengaruhi untuk tidak ke TPS ," jelas Ma'ruf. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More