Pengusaha Dukung Apapun Upaya Pemerintah Tolak Diskriminasi Sawit

Penulis: Nur Aivanni Pada: Senin, 25 Mar 2019, 19:18 WIB Ekonomi
Pengusaha Dukung Apapun Upaya Pemerintah Tolak Diskriminasi Sawit

Antara
Pekerja melansir Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Pekanbaru, Riau, Rabu (20/3/2019)

KETUA Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor mengatakan bahwa pihaknya mendukung apapun yang dilakukan pemerintah yang menolak diskriminasi kelapa sawit oleh Uni Eropa.

"Apapun yang akan dilakukan pemerintah, pengusaha siap mendukung," kata Tumanggor usai rakor di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (25/3).

Saat ditanyakan apakah mereka akan menempuh jalur melalui court of justice, Tumanggor mengaku masih belum memikirkan langkah tersebut. "Belum tahu. Kita siap ikut sikap pemerintah," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan bahwa upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk melawan Uni Eropa terkait diskriminasi sawit adalah mengajukan gugatan ke World Trade Organization (WTO).

Baca juga : Sawit Didiskriminasi, Pemerintah Matangkan Strategi Lawan Uni Ero

Sementara itu, perusahaan atau asosiasi juga bisa mengajukan gugatan melalui court of justice.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang mengatakan bahwa semua langkah akan dipertimbangkan untuk melawan Uni Eropa.

"Kita akan pertimbangkan semua saran pemerintah. Kita sebagai mitra pemerintah akan terus menerus saling berbicara dan berdiskusi langkah-langkah yang akan kita ambil," ucapnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More