Raja Vajiralongkorn Serukan Pemilu Thailand yang Damai

Penulis: Willy Haryono Pada: Minggu, 24 Mar 2019, 11:20 WIB Internasional
Raja Vajiralongkorn Serukan Pemilu Thailand yang Damai

AFP

SEKITAR 50 juta warga Thailand beramai-ramai mendatangi tempat pemungutan suara yang tersebar di seantero negeri untuk mengikuti pemilihan umum perdana sejak kudeta militer lima tahun lalu, Minggu (24/3).

Thailand dilanda krisis politik sejak bertahun-tahun, sebagian besar dipicu perseteruan kubu pendukung militer dan simpatisan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.

Setelah menguasai Thailand pada 2014, junta militer berjanji mengembalikan ketertiban umum dan juga demokrasi. Junta militer menjanjikan pemilu, namun beberapa kali ditunda hingga akhirnya terlaksana hari ini.

Sejumlah kritikus menilai konstitusi baru yang dikenalkan junta akan memastikan militer Thailand tetap berpengaruh kuat, terlepas dari apapun hasil pemilu nanti. Tingkat keikutsertaan warga dalam pemilu kali ini diyakini mencapai angka tertinggi sejak 2011.

Lebih dari tujuh tujuh warga Thailand yang berusia 18 hingga 26 memiliki hak pilih. Sejumlah pengamat menilai suara milenial berpengaruh penting terhadap hasil pemilu Thailand.

Menjelang pemilu, Raja Maha Vajiralongkorn mengeluarkan pernyataan yang menyerukan "perdamaian serta ketertiban" saat proses pemungutan suara berlangsung.

Baca juga: Hari Ini, Pemilu Thailand Digelar

Pernyataan tersebut, disiarkan di televisi nasional pada Sabtu (23/3) malam, juga mendorong warga Thailand untuk "memilih orang-orang baik."

Pemilu kali ini sebagian besarnya adalah pertarungan antara partai promiliter dan sekutu mantan PM Thaksin. Thaksin digulingkan dalam kudeta pada 2006, dan tinggal terasing untuk menghindari dakwaan atas penyalahgunaan wewenang.

Namun Thaksin masih memiliki banyak pendukung, terutama di kalangan warga Thailand yang tinggal di pegunungan dan wilayah terpencil.

Kandidat PM Thailand tahun ini adalah petahana Jenderal Prayut Chan-o-cha dari partai promiliter Palang Pracharat, Sudarat Keyuraphan dari Partai Pheu Thai, Thanathorn Juangroongruangkit dari Partai Future Forward, dan Abhisit Vejjajiva dari Partai Demokrat.

Sebanyak 81 partai bertarung dalam pemilu tahun ini, dan ribuan calon legislatig akan berjuang untuk mewakili 350 daerah pemilihan. 150 anggota DPR akan dipilih dari sistem perwakilan proporsional.

Seorang calon PM harus disetujui terlebih dahulu oleh lebih dari setengah dari gabungan 750 anggota parlemen. Ini artinya, sebuah partai politik perlu mendulang setidaknya 376 suara dalam pemilihan, baik di level majelis tinggi maupun rendah. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More