Ma'ruf Amin tanggapi Laporan atas Dirinya Ke Bawaslu

Penulis: M Ilham Ramadhan Avisena Pada: Jumat, 22 Mar 2019, 16:00 WIB Politik dan Hukum
Ma

ANTARA FOTO/Saiful Bahri

CALON Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menanggapi soal adanya pihak yang melaporkan dirinya ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) lantaran dirinya diduga membiarkan terjadinya hoaks.

Menurutnya, laporan atas dirinya tidak tepat dan tidak mendasar karena yang dilaporkan bukan di tempat terbuka. "Menurut saya, ya itu tidak tepat kalau dianggap melanggar kan bukan di tempat terbuka, belum mengajak orang," kata Ma'ruf dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/3).

Ma'ruf justru merasa heran atas laporan yang ditujukan kepadanya. Pasalnya materi yang dilaporkan merupakan kegiatan internal dan apa yang disampaikan hanya sebatas peringatan.

"Itu pertemuan di internal. Di dalam rumah kan itu bukan di luar, pertemuannya sesama kiai, nah kiai ketika masing-masing menyambut itu karena saling memberikan warning. Jangan sampai terjadi ini," ujarnya.

Sebelumnya Ma'ruf dilaporkan ke Bawaslu oleh Advokat Peduli Pemilu (APP) Wahid Hasyim. Menurutnya, cawapres nomor urut 01 itu dianggap melakukan pembiaran ketika seseorang berceramah dab mengatakan tak akan ada lagi acara dzikir di Istana jika Jokowi-Ma'ruf kalah dalam Pilpres.

Baca juga: Belitung dan Beltim, Daerah Rawan Pelanggaran Pemilu

Sementara Ma'ruf menilai materi ceramah yang disampaikan tidaklah melanggar, oleh karenanya ia tidak berbuat apa-apa.

Ma'ruf menambahkan, isi pertemuan itu adalah bentuk kekhawatiran kiai dan ulama terkait potensi penggerusan Islam rahmatan lil alamin, Islam Ahlussunah Wal Jamaah dan Islam moderat.

"Apa salah saya? Kenapa saya diam saja, karena menurut saya itu bukan sesuatu hal yang melanggar. Jadi semacam antisipasi, jadi bukan menceritakan kebohongan tapi sesuatu yang ke depan," ungkap Ma'ruf.

Dalam laporannya, anggota APP menuding Ma'ruf tidak mengindahkan kampanye anti hoaks, karena membiarkan penceramah. Calon wakil presiden dari pasangan Jokowi itu dilaporkan dengan Pasal 280 ayat 1 huruf c juncto Pasal 521 UU Nomor 7 Tahun 2017. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More