Pindad Bidik Kontrak Rp7 Triliun

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 22 Mar 2019, 15:04 WIB Ekonomi
Pindad Bidik Kontrak Rp7 Triliun

ANTARA/M Agung Rajasa

PT Pindad membidik kontrak baru sebesar Rp7 triliun pada tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target tahun lalu yang hanya dipatok Rp5,6 triliun dengan total realisasi penjualan Rp3,9 triliun.

Perseroan juga menargetkan laba bersih lebih besar pada 2019 yakni mencapai Rp145 miliar. Tahun sebelumnya, laba produsen senjata dan kendaraan tempur itu tercatat hanya Rp100,5 miliar. Proyeksi kenaikan tersebut didasari pada pertumbuhan minat dari pasar-pasar luar negeri.

Baca juga: Bank KEB Hana Resmi Jadi Bank Kustodian

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengungkapkan negara-negara tetangga mulai banyak meminati berbagai produk perseroan seperti amunisi, senapan dan kendaraan tempur. Saat ini, lanjut Abraham, pihaknya tengah berupaya memasok medium tank ke Filipina.

"Sekarang sedang dalam proses lelang dan kita sudah masuk tiga besar. Semoga kita menang," ujar Abraham di Karawang, Jawa Barat, Jumat (22/3).

Selain Filipina, ada Malaysia yang juga meminati berbagai produk tempur Pindad. Kealfaan industri pertahanan di 'Negeri Jiran' menjadi potensi besar bagi Indonesia untuk memasok banyak peralatan perang ke negara tersebut.

"Mereka tidak punya industri pertahanan, hanya pengguna saja. Sebagai tetangga serumpun, kita ajak mereka kerja sama," ucapnya.

Bertumbuhnya minat pasar global terhadap produk perseroan tidak terlepas dari peningkatan kualitas yang terus dicapai.

"Sangat banyak permintaan untuk senapan sniper. Mereka sudah uji coba dan puas. Kecepatan dan keteparan sangat presisi," sebut Abraham.

Pindad memproduksi tiga senapan sniper yakni SPR-3 kaliber 7.62mm dengan jarak efektif tembak sejauh 900 meter. Kemudian ada SPR-4 kaliber 8.6mm dengan jarak efektif tembak 1.500 meter dan senapan SPR-2 kaliber 12.7mm dengan jarak efektif tembak sejauh 2.000 meter.

Baca juga: Indobuildtech Usung Architecture 4.0

Adapun, medium tank merupakan produk kendaraan tempur yang memiliki sejumlah keunggulan seperti anti kerusakan saat terkena ranjau, mampu menahan kaliber peluru hingga 30mm serta mampu menerjang segala medan.

Tahun lalu, kinerja ekspor berkontribusi sebesar 20% terhadap total penjualan. Pada tahun ini, perseroan menargetkan peran ekspor bisa lebih tinggi hingga menyentuh 30% dari keseluruhan penjualan. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More