Tarif Produk UE Sebaiknya Dinaikkan

Penulis: (Nur/E-2) Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 22:45 WIB Ekonomi
 Tarif Produk UE Sebaiknya Dinaikkan

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara. MI/PERMANA

PEMERINTAH disarankan menaikkan tarif bea masuk produk atau barang-barang dari Uni Eropa (UE) untuk membalas diskriminasi yang mereka lakukan terhadap produk sawit Indonesia. 

“Daripada memboikot, lebih baik naikkan pajak atau tarif bea masuk barang dari Eropa. Itu lebih terukur,’ ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, saat dihubungi,  Kamis (21/3).

Produk-produk yang bisa dikenai kebijakan kenaikan tarif tersebut, misalnya pesawat terbang, wine, salmon, susu, atau keju. Kebijakan tersebut, kata Bhima, bisa dilakukan secara bertahap mulai dari saat ini sebagai bargaining power Indonesia. “Setelah putusan keluar, baru opsinya makin ditambah bea masuk dan jenis barangnya atau ketika opsinya melunak di UE, baru kebijakan retalisasinya dicabut,” kata Bhima.

Untuk diketahui, Komisi Uni Eropa baru saja mengeluarkan rancangan peraturan Delegated Regulation Supplementing Directive of the EU Renewable Energy Directive (RED) II. Dalam draf peraturan RED II, minyak sawit (CPO) diklasifikasikan sebagai komoditas yang tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi terhadap lingkungan. Hal itu tentu saja merugikan negara-negara produsen sawit, termasuk Indonesia. 

Namun, keputusan tersebut tergantung sidang di Parlemen Eropa. Mereka masih memiliki waktu untuk meninjau rancangan itu dalam waktu dua bulan sejak diterbitkan.

Jika parlemen menyetujui rancang-an kebijakan tersebut, Indonesia bersama Malaysia selaku produsen sawit siap membawa masalah ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). 

“Saya kira kalau ada ketidaksepa-katan dalam perdagangan, memang harus diuji di WTO. Itu adalah jalan terbaik dan kita percaya sengketa bisa diselesaikan dengan cara yang tepat di sana,” tukas Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent ­Guerend, Rabu (20/3). (Nur/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More