Fluktuasi Harga Minyak Dunia Pengaruhi PNBP Migas 2019

Penulis: (E-2) Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 23:45 WIB Ekonomi
Fluktuasi Harga Minyak Dunia Pengaruhi PNBP Migas 2019

ANTARA FOTO/Moch Asim

Pemerintah telah menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) migas 2019 sebesar Rp168,62 triliun. Target tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi PNBP migas 2018 yang mencapai Rp150,33 triliun.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memandang pencapaian target ini menjadi tantangan tersendiri lantaran rata-rata harga patokan minyak Indonesia (ICP) selama Januari dan Februari 2019 di bawah yang ditetapkan dalam UU APBN 2019 sebesar US$70 per barel.

 Berdasarkan data Kementerian ESDM, rata-rata ICP selama Januari dan Februari 2019 sekitar US$58 per barel. Mengenai kemungkinan adanya usul perubahan ICP dalam APBN 2019, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan hal tersebut bergantung pada Kementerian Keuangan. 

“Dua bulan pertama (ICP) tidak tercapai. Kita lihat bulan-bulan selanjutnya bagaimana. Mungkin di Mei atau Juni, saya tidak tahu Menteri Keuangan akan mengajukan perubahan asumsi makro atau tidak,” kata Jonan seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis (21/3).

Sementara itu, dalam kurun 2015 hingga 2018, realisasi PNBP migas rata-rata di atas Rp80 triliun atau di atas target. Hanya 2016 yang targetnya tidak bisa dicapai.  Pada 2018, PNBP migas mencapai Rp150,33 triliun atau jauh di atas target Rp86,46 triliun karena tingginya harga minyak dunia. Sebaliknya, penurunan harga minyak dunia dapat memengaruhi pencapaian target.

“Kalau untuk migas, satu-satunya acuan yang besar itu ialah kenaik-an atau penurunan harga minyak mentah. Kalau (harga minyak) ini turun, ya mungkin sangat tidak mudah bagi kita untuk mencapai yang digariskan,” tambah Jonan.

Meski pencapaian target PNBP migas menghadapi tantangan, pemerintah telah melakukan kebijakan dan strategi untuk meningkatkan PNBP migas. Salah satu caranya melalui perubahan kontrak kerja sama bagi hasil dari cost recovery ke gross split. “Ini akan mengurangi pembayaran cost recovery melalui APBN,” ujar mantan Menteri Perhubungan itu. 

Upaya lainnya, menurut Jonan, ialah meningkatkan pengawasan produksi migas, illegal tapping dan illegal drilling, menahan penurunan alamiah lifting migas dengan cara meningkatkan kegiatan pengeboran, workover dan well service, serta penerapan teknologi 
pengurasan sumur minyak (enhanced oil recovery/EOR). Selain itu, pengendalian cost recovery pada kontrak sistem PSC mempercepat persetujuan POD, POP, WP&B, dan AFE. Juga, peningkatan penawaran wilayah kerja baru migas, percepatan perpanjangan atau alih kelola kontrak wilayah kerja produksi migas, serta penagihan sisa komitmen pasti yang tidak dilaksanakan.(E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More