Tumor Renggut Masa Sekolah Romadhon

Penulis: (Akhmad Safuan/N-1) Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 23:30 WIB Nusantara
Tumor Renggut Masa Sekolah Romadhon

MI/Akhmad Safuan

AHMAD Romadhon, 14, warga di Blora, Jawa Tengah, terpaksa tidak bisa bersekolah seperti teman-teman sebayanya. Ia harus menjalani pengobatan rutin akibat tumor di tangan yang dideritanya sejak bayi, di tengah-tengah kemiskinan yang mendera orangtuanya .
Keluarga pasangan suami-istri Agus Tanto dan Siti Solikhah, warga RT 07 RW 02, Dukuh Bendo Genen, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Blora, itu kini mengalami kesulitan hidup yang menumpuk.

Agus yang bekerja sebagai penjaga sekolah dengan penghasilan pas-pasan harus menanggung beban pengobatan anak lelakinya itu sejak bayi. Televisi 14 inci di ruang keluarga yang sederhana menjadi teman satu-satunya Romadhon. 

Sesekali dia menangis karena menahan sakit yang luar biasa. Tangan kirinya membengkak dari lengan hingga bagian jari yang sudah tidak terlihat lagi bentuknya.

Romadhon yang seharusnya sudah duduk di bangku SMP tidak mampu lagi bersekolah. Kemiskinan keluarganya menjadikan dia pasrah menerima keadaan. Tumor di tangan kirinya semakin membesar dan sulit digerakkan. Sehari-hari hanya diletakkan di atas bantal atau harus digendong saat hendak berjalan. “Rasanya nyeri dan ngilu,” ujar Romadhon.

Siti Solikhah tidak menyangka anak sulungnya ini menderita tumor. Yang dia ingat, saat masih bayi 9 bulan terdapat benjolan di lengan anaknya. 

“Awalnya kami tidak memperhatikannya. Namun, benjolan itu semakin membesar bersamaan bertambah usia Romadhon,” katanya.

Setelah diperiksa, tangan Romadhon dipastikan terkena tumor. Ia sudah pernah dikemoterapi dan dioperasi hingga enam kali, tapi tidak kunjung sembuh. Terakhir pengobatan dilakukan pada November tahun lalu di Rumah Sakit Muwardi Solo. “Harusnya setiap bulan kontrol, tapi karena tidak ada biaya berobat dan akomodasi ke Solo secara rutin, kami pasrah saja,” ujar Siti.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman yang mengetahui kondisi Romadhon pun segera memberikan solusi. Perwakilan dinas kesehatan dan dinas sosial, serta camat dan kepala desa diajak menengok keluarga Romadhon. 

Dia pun menugaskan dinas kesehatan agar mengawal pengobatan Romadhon. “Nanti pengobatannya dikawal dinas kesehatan, biar diantar pakai ambulans agar lebih mudah akomodasinya,” imbuhnya. Soal biaya pengobatan, ujar Arief, segera dibuatkan BPJS PBI yang diperuntukkan warga kurang mampu. Kepala Desa Sendangwungu pun diminta segera membuat surat permohonan ke Dinsos P3A.

Selain itu, Baznas diminta untuk memberikan bantuan serta segera mungkin diusulkan juga agar keluarga Romadhon bisa masuk daftar penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai (BPNT)). Itu semua untuk meringankan beban mereka yang cukup berat.(Akhmad Safuan/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More