Jokowi Meyakinkan MRT Akan Lebih Terintegrasi

Penulis: M. Iqbal Al Machmudi Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 20:13 WIB Megapolitan
Jokowi Meyakinkan MRT Akan Lebih Terintegrasi

ANTARA

MODA Raya Transportasi (MRT) akan terintegrasi lebih ke semua tempat, bukan hanya di Jakarta saja tapi hingga Tanggerang.

"Kita coba semakin lama rute MRT dengan Transjakarta akan terintegrasi bukan hanya itu tapi semua tempat," kata Presiden, Joko Widodo saat mencoba MRT di Jakarta, Kamis (21/3).

"Moda transportasi umum ini akan terus tersambung hingga Tanggerang dan Depok yang dikerjakan oleh pemerintah provinsi dan kota, pokoknya apa yang dibutuhkan kita usahakan lengkapi," ujar Joko Widodo.

Presiden juga mengatakan bahwa moda transportasi umum tersebut sudah siap digunakan oleh publik.

"Dapat dikatakan MRT ini sudah siap untuk di coba oleh masyarakat dan dijadikan transportasi umum. Tapi kita serahkan kepada pengelola MRT," pungkas Joko Widodo.

Baca juga: Presiden dan Ibu Negara Jajal Lagi MRT

Saat mencoba MRT Presiden juga menerima komentar dari pengguna disabilitas mengenai tulisan petunjuk yang disediakan menyulitkan pengguna disabilitas.

"Secara umum sudah semakin baik, tadi juga bersama teman-teman disabilitas, tadi masih ada komplain dari teman-teman disabilitas mengenai tulisan petunjuk yang masih kecil-kecil jadi kurang terlihat," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo kembali mencoba Moda Raya Transportasi (MRT) fase I dari Bunderan HI hingga Istora.

Joko Widodo bersama Anies Baswedan mencoba transportasi umum mulai dari Monas menaiki Transjakarta menuju Bunderan HI, lalu menaiki MRT Menuju Lebak Bulus dan langsung menuju Istora sebagai tujuan akhir.

Selain bersama Anies Baswedan, Joko Widodo juga ditemani oleh beberapa artis kenamaan diantaranya Chelsea Islan, Gading Martin, dan komedian Soleh Solehun. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More