DKI Gelar Sayembara Desain Ragunan

Penulis: MI Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 09:25 WIB Megapolitan
DKI Gelar Sayembara Desain Ragunan

ANTARA FOTO/ho/Eni/ama/

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar sayembara desain baru kawasan Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Jakarta Selatan. Hasil sayembara itu akan digunakan untuk jadi bahan merevitalisasi kawasan Ragunan sebagai pusat konservasi satwa sekaligus tempat rekreasi. Sayembara itu berhadiah sebesar Rp1 miliar untuk tiga pemenang.

Kepala Unit Pengelola TMR, Widodo, di Jakarta, kemarin, mengatakan pemenang pertama mendapat Rp500 juta, pemenang kedua Rp300 juta, dan ketiga senilai Rp200 juta.

"Anggaran untuk hadiah sayembara desain kawasan Ragunan ini bersumber dari APBD DKI tahun 2019," ujar Widodo.

Selain untuk hadiah, lanjutnya, ada pula anggaran lain untuk penyelenggaraan sayembara itu, salah satunya honor buat tim juri.

"Diambil dari anggaran BLUD TMR. Ini se-mua sesuai aturan, baik hadiah maupun honor tim jurinya. Honor tim juri enggak terlalu tinggi," kata Widodo.

TMR, sambungnya, paling cepat direvita-lisasi pada 2021. Tahun ini, Pemprov DKI hanya menggelar sayembara desain untuk revitalisasi tersebut.

Pendaftaran sayembara desain kawasan TMR dibuka sejak 18 Maret hingga 5 April 2019. Pendaftaran dan semua informasi soal sayembara itu dapat dilihat di laman https://ragunanzoo.jakarta.go.id.

Baca Juga: Anies Gelar Sayembara Desain Logo Jak Lingko

Dengan adanya keterlibatan publik, lanjut dia, revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan diharapkan sesuai kebutuhan warga. "Setiap proses itu melibatkan masyarakat karena mereka juga yang tahu permasalahan di seki-tarnya."

Sayembara desain kawasan TMR bukan pertama digelar Pemprov DKI era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemprov DKI juga pernah menggelar sayembara desain logo Jak Lingko, desain kawasan Monas, dan desain integrasi kawasan halte Trans-Jakarta CSW, dan Stasiun MRT Sisingamangaraja. (Ssr/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More