Pembangunan MRT hingga Kawasan Pinggiran Jakarta

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 07:30 WIB Megapolitan
Pembangunan MRT hingga Kawasan Pinggiran Jakarta

MI/Susanto

PEMERINTAH pusat telah menyetujui proposal rencana integrasi transportasi yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Rencananya lintasan moda raya terpadu (MRT) akan memiliki total panjang 231 km, termasuk 100 km yang melalui kawasan pinggiran Ibu Kota hingga ke daerah penyangga.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Syahbandar, mengatakan koridor selatan-utara nantinya akan memiliki total lintasan 26 km hingga 30 km.

Saat ini lintasannya baru mencapai 16 km, yaitu dari Lebak Bulus-Bundaran HI.

Sementara itu, lintasan MRT koridor barat-timur di dalam Jakarta akan memiliki total lintasan 31 km, memanjang dari Ujung Menteng menuju Kalideres.

"Lalu nanti ada inner line, loop line, dan diagonal line. Selain itu juga yang melalui pinggiran ke daerah penyangga mencapai 100 km," kata William saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Selain itu, proposal itu juga menyebut panjang jalur lintas rel terpadu (LRT) hingga mencapai kurang lebih 160 km.

Kedua angkutan massal ini akan berintegrasi dengan angkutan massal yang sudah ada, yakni KRL commuter line.

Koridor loop line commuterline yang sebagian besar saat ini berbentuk rel tapak akan diubah menjadi rel layang. Tujuannya ialah untuk meminimalisasi kemacetan.

Ketiga angkutan massal ini juga akan didukung dengan penataan angkutan umum berbasis jalan serta rekayasa pengurangan kemacetan seperti jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).

"Itu semua dibangun dalam 10 tahun dengan dana Rp571 triliun. Dana ini tidak sepenuhnya DKI dan pusat, bisa saja swasta," ungkap William.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik menegaskan DPRD harus dilibatkan dalam pembicaraan pembangunan integrasi transportasi ini sebab nantinya DKI yang akan menanggung subsidi tarif.

"Harus jelas dulu nih mana bagian DKI, mana bagian pusat. Karena nantinya juga saat tarif kan saya yakin DKI yang menanggung subsidinya 100%. Pusat kan tidak mungkin nanggung karena ini di DKI sebagian besar," ungkapnya. (Put/X-10)

                         

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More