Pabrikan Kecil Dorong Penggabungan Produksi

Penulis: (E-1) Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 23:30 WIB Ekonomi
Pabrikan Kecil Dorong Penggabungan Produksi

MI/Bagus Suryo

PERUSAHAAN rokok kecil yang tergabung dalam Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Fomasi) mendorong penggabungan batasan produksi rokok buatan mesin sigaret putih mesin (SPM) dan sigaret kretek mesin (SKM). Alasannya, perusahaan rokok besar asing multinasional masih memanfaatkan tarif cukai yang murah untuk merebut pasar.

“Pabrik multinasional yang punya SPM dan SKM itu harus digabung. Supaya produksi SPM dan SKM nanti jadi 3 miliar batang dan masuknya ke golongan 1,” kata Ketua Harian Formasi Heri Susanto  dalam keterangan­nya yang diterima Rabu (20/3).

Penggabungan batas produksi rokok buatan mesin ini juga untuk menciptakan aspek keadilan dalam berbisnis di industri hasil tembakau, terutama akan melindungi pabrikan rokok kecil untuk bersaing langsung dengan pabrikan rokok besar asing. Peraturan yang ada saat ini dimanfaatkan pabrikan besar asing untuk memproduksi rokok bertarif cukai yang sama dengan pabrikan kecil.

Sebagai contoh, golongan 1 di segmen rokok mesin SPM tarif cukainya Rp625 per batang. Namun, untuk golongan 2A, produk rokok mesin SPM  tarifnya Rp370 per batang atau 40% lebih rendah dari tarif golongan 1. Produsen rokok kecil membayar tarif di golongan 2. 

Lucky Strike dan Dunhill yang diproduksi oleh Bentoel grup atau British American Tobacco serta Esse Blue yang dibuat oleh Korean Tobacco Grup Indonesia juga menggunakan tarif Rp370 per batang. “Itu perusahaan asing, multinasional bermodal kuat,” tegasnya.

Permasalahan tarif murah juga terjadi di segmen SKM. A Mild (HM Sampoerna), Djarum Super (Djarum), dan Gudang Garam Surya (Gudang Garam) yang masuk ke golongan I, menggunakan tarif Rp590 per batang. Namun, produk SKM milik Korean Tobacco, Esse Mild, memakai tarif golongan 2 sebesar Rp385 per batang.

Karena itu, Formasi tetap pada usulannya, meminta penggabungan batas produksi rokok buatan mesin SPM dan SKM tetap dilaksanakan oleh pemerintah. (E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More