Penugasan Impor Bawang Putih ke Bulog Dipersoalkan

Penulis: (Pra/E-1) Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 23:15 WIB Ekonomi
Penugasan Impor Bawang Putih ke Bulog Dipersoalkan

PENUGASAN impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton kepada Perum Bulog mendapat sejumlah tanggapan negatif. 

Penugasan itu  akan membuat beban Bulog bertambah karena BUMN itu juga ditugasi mengimpor beras, jagung, hingga daging kerbau. 

Penunjukan Bulog yang bisa mengimpor bawang putih tanpa perlu melakukan kewajiban tanam sebanyak 5%  dari volume rencana impor, seperti tercantum dalam  Permentan No 38 Tahun 2017 dianggap menimbulkan perlakuan tidak adil bagi importir lainnya. 

“Polanya tidak berubah seperti beras atau jagung. Ketika sudah terdesak, tidak punya alternatif lain, masalah dilempar ke Bulog,” ujar pengamat pertanian Khudori.

Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Chandra Setia­wan mengatakan ada perbedaan struktur biaya yang harus ditanggung importir di luar Bulog.

“Ketika orang mengimpor lalu disuruh tanam, itu kan cost. Ada biaya tambahan yang mereka keluarkan sehingga akan memengaruhi harga (jual ke konsumen),” ujarnya.

Pengusaha B dan W menceritakan pihaknya membutuhkan kurang lebih Rp5 miliar untuk menanam 20 hektare lahan bawang putih sebagai syarat agar bisa impor. Belum lagi jika harus menghitung beban bagi hasil yang harus diberikan pada petani. Sebab selama ini sejumlah importir juga turut bekerja sama dengan petani untuk memenuhi syarat kuota impor.

Menurut importir dengan inisial A dan W, harga bawang putih saat ini belumlah terlalu tinggi sehingga  intervensi dari Bulog guna stabilisasi yang bernuansa darurat belum diperlukan. Harga tinggi di pasar saat ini hanya terjadi pada bawang putih jenis premium, yaitu berkisar Rp40.000-Rp45.000. 

Sementara itu, bawang putih yang umumnya dikonsumsi masyarakat masih dijajakan dengan harga yang relatif stabil antara Rp26.000-Rp27.000.

“Barang yang umumnya digunakan masyarakat itu bawang honan. Yang umumnya dijual dari importir itu Rp19.000-Rp20.000,” jela mereka . 

Karena itu, mereka menolak diskresi yang diberikan pada Bulog. (Pra/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More