Siklon Tropis Veronika Diprediksi Pengaruhi Cuaca Yogyakarta

Penulis: Ardi Teristi Hardi Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 19:20 WIB Nusantara
Siklon Tropis Veronika Diprediksi Pengaruhi Cuaca Yogyakarta

ANTARA

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan keberadaan siklon tropis Veronika di Samudra Hindia diperkirakan memengaruhi kondisi cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Hasil pantauan BMKG Staklim Yogyakarta ada siklon baru yang bernama TC Veronika yang muncul di sebelah barat Australia atau di Samudra Hindia selatan Bali. Siklon ini diprediksi akan berpengaruh terhadap cuaca di DIY," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta, Djoko Budono, di Yogyakarta, Rabu (20/3).

Dia mengatakan, Siklon Veronika muncul setelah Siklon Savana mulai punah dan tidak terlalu berpengaruh lagi terhadap cuaca di DIY.    Siklon Savana yang berada di Samudra Hindia memicu hujan deras di Yogyakarta pada Minggu (17/3) sehingga mengakibatkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, di beberapa tempat di daerah itu.  

"Siklon Savana saat ini sudah punah dan hanya berupa tekanan rendah saja," kata dia.   

Djoko mengatakan, munculnya Siklon Veronika memicu terbentuknya 'through' atau palung tekanan rendah di selatan Jawa. Hal itu berpotensi hujan deras, terutama di bagian selatan Yogyakarta.   

Selain itu, siklon tersebut juga membentuk area konvergensi atau pertemuan angin sehingga dapat memucu pembentukan awan-awan hujan di sejumlah wilayah di DIY.    

"Hasil pantauan lainnya berupa menghangatnya suhu permukaan laut di perairan selatan Yogyakarta dengan suhu laut mencapai 28-30 derajat Celcius," kata dia.


Baca juga: Guyuran Abu Vulkanis Gunung Bromo makin Parah


Melihat kondisi cuaca tersebut, menurut Djoko, untuk sebagian besar wilayah DIY diperkirakan masih akan diguyur hujan sedang hingga deras selama 2-3 hari ke depan serta dapat disertai angin kencang dan petir.  

"Untuk itu masyarakat agar selalu mewaspadai munculnya cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang," kata dia.

Sementara itu, setelah tiga hari pencarian, tim gabungan relawan berhasil menemukan dua korban akibat tanah longsor di Dusun Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Kedua korban telah meninggal dunia, yaitu Rufi Kusuma Putri, 9, dan Eko Supratmi, 45.

Kedua korban telah berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.00 dan 15.50 WIB. Keduanya telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diidentifikasi.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsurizal mengatakan, dengan demikian ada lima korban meninggal akibat bencana hidrometeorogi pada Minggu (17/3).

Korban meninggal:
1. Painem /P/70 th Numpukan, Karangtengah, Imogiri, Bantul
2. Siswosudarsono (Kiat) /L/56 th Nogosari 2 RT 02 Selopamioro, Imogiri, Bantul
3. Sudiatmojo /P/80 th Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul.
4. Rufi Kusuma Putri /P/9 th Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul
5. Eko Supatmi /P/45 th Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul. (Ant/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More