TKN : Jumlah Golput Masih Bisa Berubah

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 18:48 WIB Politik dan Hukum
TKN : Jumlah Golput Masih Bisa Berubah

MI/Dero Iqbal Mahendra

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menanggapi santai hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menunjukkan masih banyak pemilih memutuskan untuk golput di Pemilu 2019.

Direktur Program TKN Jokowi-Amin Aria Bima, menilai, jumlah pemilih golput masih akan terus mengalami perubahan. Faktor debat kandidat juga menjadi acuan untuk menarik simpati pemilih mengambang.

"Golput kan nanti pada saat coblosan, ini kan berubah-ubah terus. Proses debat proses kampanye ini tentunya akan mempengaruhi golput yang sadar tidak menggunakan hak," kata Aria Bima ditemui di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (20/3).

Selain itu Aria meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu untuk bekerja keras untuk mensosialisasikan agar masyarakat mau menggunakan hak pilihnya saat pemilu nanti.

Baca juga : TKN Jokowi-Amin Fokus Tangkal Hoaks di Kampanye Terbuka

Aria juga menyinggung soal para pemilih pindahan (DPTb) yang dinilai menjadi salah satu faktor banyaknya pemilih golput.

“KPU harus lebih kampanyekan untuk tidak golput dan bagaimana mengenai hak seseorang untuk nyoblos karena faktor pekerjaan harus pindah tempat. Ini ternyata masih banyak tapi rakyat tidak ngerti, sosialisasi mengenai pindah tempat pencoblosan ini," jelasnya.

Maka dari itu, Aria mendorong KPU agar segera mencari solusi untuk para pemilih DPTb. Jangan sampai banyak pemilih golput karena kesulitan mengurus pindah memilih TPS.

"Keinginan kami bagaimana setiap itu bisa dipakai oleh yang bersangkutan, dimudahkan. Bisa berdampak golput karena pengurusannya yang terlalu berbelit belit," ujar Aria. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More