Menko Polhukam Minta Aparat Tegas Berantas Ancaman Pemilu

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 12:07 WIB Politik dan Hukum
Menko Polhukam Minta Aparat Tegas Berantas Ancaman Pemilu

Dok. KEMENPOLHUKAM

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menuturkan masih adanya ancaman dan gangguan saat kampanye rapat umum terbuka hingga saat pencoblosan.

Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Kesiapan Pengamanan Tahapan Masa Rapat Umum/Kampanye serta Tahapan Penghitungan Suara.

"Kalau bicara keamanan pemilu, masih ada ancaman, gangguan, hambatan yang akan menggangu pemilu. Dengan indeks kerawanan pemilu yang sudah dilakukan oleh Polri maupun Bawaslu kita masih ada kerawanan di daerah dan berusaha menetralisir itu," ungkapnya di Ruang Nakula Gedung A Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat No. 15 Jakarta Pusat, Rabu (20/3).

Untuk itu, Wiranto menegaskan agar para aparat keamanan di semua daerah Indonesia bersama penyelenggara pemilu bahu membahu menetralisir ancaman dan gangguan yang ada dengan menindak tegas oknum yang dianggap menghambat jalannya pemilu.

"Oleh karena itu saya minta pada saudara sekalian aparat kemanan di daerah, setelah kita mengetahui, memahami, mengenali (ancaman tersebut) itu tidak bisa didiamkan. Tindak tegas siapa pun, kegiatan manapun, yang nyatanya mengganggu pelaksanaan kegiatan pemilu. Jadi siapapun, kelompok apapun, jangan ragu-ragu tindak tegas. Kita punya hukum sebagai senjata kita," jelas Wiranto.

Baca juga: TNI-Polri Diminta Deteksi Potensi Ancaman Pemilu

Maraknya hoaks yang berkembang menjadi salah satu ancaman dalam melaksanakan pesta demokrasi. Wiranto menegaskan ancaman hoaks pad pemilu kali ini justru semakin masif.

"Berita-berita palsu, berita bohong yang dilansir ke publik hingga mengganggu, saya kira itu merupakan teror. Karena meneror psikologi masyarakat. Oleh karena itu, kita hadapi segera teror itu dengan tegas dan keras. Sekarang ini juga muncul satu isu seakan-akan pemilu akan berlangsung tidak aman. Pemilu akan memunculkan kerusuhan-kerusuhan, baik sebelum atau sesudahnya (pemilu). Ini isu. Tidak ada fakta," tuturnya.

Wiranto menekankan isu itu tidak didasari fakta, tidak ada eskalasi keamanan yang meningkat. Isu tersebut diciptakan agar masyarakat ketakutan sebelum memilih hingga bisa kabur ke luar negeri sebelum pemilihan umum

"Saya katakan ini isu tidak ada dasar. Aparat keamanan sudah memastikan pemilu akan aman," tandasnya.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Menko Polhukam Wiranto dan diikuti Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia(Kaporli) Tito Karnavian, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Hadi Tjahjanto, Wakil Kepala Badan Intelejen Nasional (BIN) Teddy Lhaksmana, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan. Rapat tersebut juga disiarkan langsung kepada polda di semua daerah melalui video conference.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More