Sebar Hoaks, Tirto.id Dilaporkan ke Dewan Pers

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 10:40 WIB Politik dan Hukum
Sebar Hoaks, Tirto.id Dilaporkan ke Dewan Pers

MI/PIUS ERLANGGA

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin melaporkan Tirto.id, salah satu media daring, ke Dewan Pers.

Laporan diajukan berdasarkan meme yang dibuat Tirto dan beredar di Twitter.

"Kami ke sini melaporkan meme yang diterbitkan atau dibuat oleh salah satu media online," kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, kemarin.

Tirto membuat dan menyebarkan meme berisi potongan pernyataan Ma'ruf Amin saat debat cawapres (17/3). Ade menganggap Tirto sudah menyebarkan fitnah dan hoaks melalui meme tersebut.

"Ini (meme) di-posting pada 22.34 WIB, dan dihapus pada 23.58 kalau tidak salah. Muncul 1.462 retweet dan 1.419 likes. Artinya menyebar. Semudah itu kah Tirto melakukan permohonan maaf," tutur Ade.

Akibat viralnya meme ini, kata Ade, bisa memengaruhi elektabilitas Jokowi-Amin sebab orang yang tidak tahu konteksnya akan meng-anggap pernyataan itu dilontarkan Ma'ruf. Padahal tidak demikian.

Ia pun tidak menutup kemungkinan untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Ade mengatakan telah ber-koordinasi dengan pihak Cyber Crime Bareskrim Polri.

"Kami akan mempertimbangkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) karena kami anggap ini perbuatan sangat keji dan fitnah," ujar Ade.

Dalam debat cawapres, pernyataan utuh Ma'ruf Amin ialah, "Kami juga mengajak kita semua untuk melawan dan memerangi hoaks karena hoaks merusak tatanan bangsa Indonesia. Melawan dan memerangi fitnah, seperti kalau Jokowi terpilih kementerian agama dibubarkan, kementerian agama dilarang, azan dilarang, zina dilegalisir. Saya bersumpah demi Allah, selama hidup saya akan saya lawan upaya-upaya untuk melakukan itu semua."

Kalimat itu dimaksudkan untuk mencontohkan bentuk-bentuk hoaks yang bakal dilawan. Namun, Tirto memotong kalimat itu dan yang dikutip hanya 'zina bisa dilegalisasi'. Selain itu, tokoh fiktif Pak Tirto menanggapinya dengan menulis 'Oke gaes jangan lupa ke depannya sedia kondom dan cap 3 jari yes'.

Di sisi lain, Kepala Divisi dan Advokasi Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean akan dipanggil polisi terkait unggahan 'peliharaan tikus got' di akun Twitter-nya @LawanPolitikJKW. Ferdinand akan diperiksa setelah sebelumnya dilaporkan Jack Boyd Lapian di Bareskrim Polri.

"Kami akan lakukan pemeriksaan. Kami juga akan koordinasikan dengan ahli ITE. Setelah itu rampung, kami akan panggil (terlapor)," ujarnya.

Adapun posting-an Ferdinand yang dilaporkan ialah 'Pendukung Banteng ga ush digubris. Mrk menyamar seolah pendukung Ganti Presiden. Tujuan mrk cuma 1, MENGGAGALKAN KOALISI SBY PRABOWO. Mereka takut dengan koalisi itu terbentuk. Ayolah berpikir jernih. Mrk peliharaan tikus got'. (Ins/Mal/*/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More