Pemakaman Pertama untuk Korban Penembakan Christchurch

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 07:30 WIB Internasional
Pemakaman Pertama untuk Korban Penembakan Christchurch

Anthony WALLACE/AFP

UPACARA pemakaman pertama untuk korban penyerangan di dua masjid di Selandia Baru dijadwalkan digelar pada hari ini, Rabu (20/3), saat pemerintah berjanji mengembalikan lebih banyak jenazah korban ke keluarga mereka.

Seorang warga Australia menembak mati 50 jemaat di dua masjid di Christchurch pada Jumat (15/3),

Warga muslim Selandia Baru yang kehilangan keluarga keluarga mereka semakin bersedih setelah pemerintah gagal mengembalikan jenazah kerabat mereka agar bisa segera dimakamkan sesuai dengan tradisi Islam.

Hanya enam dari 50 jenazah korban yang telah dikembalikan ke keluarga mereka sejauh ini.

Baca juga: Peneror Masjid akan Hadapi Kekuatan Hukum Penuh

Pada Rabu (20/3), Dewan Kota Christchurch mengonfirmasi bahwa pemakaman pertama akan digelar pada Rabu (20/3) pagi di sebuah taman pekamanan tidak jauh dari Masjid Linwood, salah satu masjid yang menjadi korban penyerangan.

"Setelah melakukan salat, keluarga dan kerabat akan membawa jenazah ke lokasi pemakaman untuk dikuburkan," ujar salah satu anggota Dewan Kota Christchurch Jocelyn Ritchie.

Pemerintah Selandia Baru mengatakan mereka telah melakukan segalanya untuk mempercepat proses autopsi jenazah korban.

Komisioner Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan proses itu menjadi lambat karena ada kebutuhan untuk mengindentifikasi korban dengan pasti agar tidak mengganggu proses penuntutan pelaku penyerangan. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More