RI Dorong Dewan HAM Bahas Palestina

Penulis: (Ant/I-1) Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 07:00 WIB Internasional
 RI Dorong Dewan HAM Bahas Palestina

. (PTRI Jenewa)

PEMERINTAH Indonesia terus mendorong pembahasan situasi hak asasi manusia (HAM) di Palestina dalam persidangan sesi ke-40 Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) di Jenewa, Swiss, Senin (18/3).

Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa Hasan Kleib kembali menegaskan dukungan RI bagi perlindungan HAM Palestina yang terus mengalami penderitaan di bawah pendudukan Israel.

"Indonesia menegaskan dukungan agar pembahasan situasi HAM di Palestina tetap dibahas di bawah Mata Agenda 7 di Dewan HAM PBB, sejalan dengan resolusi 5/1 sebagai dasar pendiriannya," ujar Dubes Hasan, seperti dikutip dari keterangan tertulis Perwakilan Tetap RI di Jenewa yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ketegasan dukungan Indonesia itu disampaikan untuk menampik upaya Israel dan sejumlah negara Barat yang berusaha menghapus pembahasan Palestina dalam Mata Agenda 7 mengenai Situasi HAM di wilayah Palestina yang diduduki Israel (human rights situations in the occupied Palestinian territory) di Dewan HAM PBB.

Hasan menegaskan bahwa pembahasan isu Palestina di bawah Mata Agenda 7 Dewan HAM PBB akan terus relevan dan penting selama hak-hak dasar rakyat Palestina masih terus dilanggar dan selama Israel sebagai occupying power masih terus melakukan tindakan dan kebijakan yang melanggar hukum kemanusiaan dan hukum HAM internasional.

Isu Palestina di bawah Mata Agenda 7 Dewan HAM PBB masih harus terus dibahas selama masyarakat internasional belum berhasil mengatasi situasi HAM di Palestina. (Ant/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More