Konglomerat Thailand Dihukum 16 Bulan Penjara

Penulis: (AFP/Yan/I-1) Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 06:20 WIB Internasional
 Konglomerat Thailand Dihukum 16 Bulan Penjara

(Photo by Lillian Suwanrumpha / AFP)

PENGADILAN Thailand menjatuhkan hukuman 16 bulan penjara kepada seorang pengusaha konstruksi dalam kasus perburuan hewan yang dilindungi.

Pengadilan menghukum Premchai Karnasuta, presiden perusahaan konstruksi terbesar Italian-Thai Development (ITD) Pcl, atas kepemilikan senjata api tanpa izin, perburuan, dan kepemilikan burung Kalij yang merupakan binatang yang dilindungi.

Selain hukuman penjara, Premchai dan pemburu bernama Thani Thummas, juga diperintahkan untuk membayar denda 2 juta baht, atau setara US$63.200.

Ketika ditanya pengadilan apakah memiliki sesuatu untuk dikatakan kepada masyarakat, Premchai hanya mengatakan meminta maaf.

Meski dihukum, ia telah dibebaskan dengan jaminan dan dilarang pergi meninggalkan Thailand. Tim hukumnya juga akan mengajukan banding atas putusan itu.

Media Thailand mengikuti setiap detail kasus itu, termasuk penyelidikan pihak atas kotoran manusia yang ditemukan di tempat kejadian dan penggerebekan di rumah Premchai.

"Semua orang melihat standar ganda dalam penegakan hukum di negara itu," kata Sunai Phasuk dari Human Rights Watch.

"Sementara itu, orang miskin dan penghuni hutan sering dihukum karena mencari makan atau berburu untuk memberi makan keluarga, para taipan dan pejabat dapat berburu untuk bersantai dengan tanpa takut dihukum." (AFP/Yan/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More