Ribuan Orang Tewas akibat Topan Idai

Penulis: (BBC/Tes/I-1) Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 06:00 WIB Internasional
 Ribuan Orang Tewas akibat Topan Idai

(Photo by ADRIEN BARBIER / AFP)

Korban tewas akibat terjangan Topan Idai bisa mencapai 1.000 orang. Presiden Mozambik, Filipe Nyusi, mendatangi sejumlah daerah terdampak paling parah.

Dia tak kuasa melihat banyak mayat mengambang di sekitar sungai. Badai menerjang wilayah kota pelabuhan Beira dengan kecepatan angin 177 kilometer (km) per jam, pada Kamis waktu setempat.

Namun, tim bantuan baru mencapai lokasi pada Minggu. Kepada BBC, seorang petugas PBB mengatakan mayoritas hunian di Beira dengan populasi setengah juta jiwa rusak parah.

"Tidak ada bangunan yang tidak rusak. Atap dan tembok rumah hancur. Aliran listrik terputus, begitu juga jaringan telekomunikasi. Banyak tiang listrik berjatuhan," ujar Gerald Bourke dari Program Pangan Dunia PBB.

Kepala tim penilaian Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Masyarakat (IFRC), Jamie LeSuer, mengungkapkan tim penyelamat bertugas sepanjang malam untuk membantu orang-orang yang terjebak di pohon. Pascabanjir dan topan dahsyat, data resmi jumlah korban tewas di Mozambik mencapai 84 orang. Terjangan angin topan menewaskan sedikitnya 180 orang di seluruh Afrika bagian selatan.

IFRC menggambarkan peristiwa itu sebagai kerusakan berskala besar dan mengerikan. Di Zimbabwe, 98 orang dinyatakan tewas. Sementara itu, 217 orang di wilayah timur dan selatan masih belum ditemukan.

Korban tewas termasuk dua murid sekolah asrama St Charles Lwanga di Distrik Chimanimani. Wilayah Malawi pun ikut terdampak. Banjir yang disebabkan hujan sebelum topan melada, telah menewaskan 122 orang.

Bantuan kemanusiaan

Pemerintah Inggris memberikan bantuan kemanusiaan sebesar US$8 juta untuk wilayah Mozambik dan Malawi. Pengiriman bantuan juga mencakup tenda dan ribuan peralatan perlindungan.

Sebagian besar korban tewas berada di wilayah Beira, kota terbesar keempat di Mozambik. Jumlah populasi tercatat sekitar 500 ribu orang. Lebih dari 1.500 orang terluka akibat tertimpa puing bangunan dan pohon.

"Hampir semuanya terkena dampak bencana. Banyak warga yang menderita, bahkan masih ada yang terjebak di atas pohon. Mereka sangat membutuhkan bantuan," ujar Gubernur Sofala, Alberto Mondlane.

Warga lokal Beira berupaya membuka akses jalan di kota tersebut. Sebagian besar jalan yang menghubungkan Beira ke seluruh wilayah rusak parah. Saat ini akses jalur udara sudah mulai pulih. Presiden Filipe diketahui turut mengunjungi Eswatini yang sebelumnya dikenal Swaziland, lantaran terdampak cukup parah.

Situasi darurat diumumkan di Zimbabwe. Presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, pulang lebih awal dari kunjungan kenegaraan di Uni Emirat Arab. Dia ingin memastikan upaya penanganan bencana nasional. (BBC/Tes/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More