Hakim PBB akan Jatuhkan Vonis atas Banding Karadzic

Penulis: . (AFP/Tes/I-1) Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 05:20 WIB Internasional
 Hakim PBB akan Jatuhkan Vonis atas Banding Karadzic

AFP

PARA hakim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan memberikan vonis terhadap pengajuan banding mantan politikus Serbia, Radovan Karadzic. Dia melawan dakwaan genosida dan kekejaman lainnya selama perang berdarah era 1990.

Karadzic dijatuhi hukuman 40 tahun penjara pada 2016 atas pe-rannya dalam pertumpahan darah di Bosnia, termasuk pembantaian Srebrenica pada pertengahan 1995. Tragedi itu menjadi yang terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.

Pengadilan Den Haag memutuskan takdir pria berusia 73 tahun itu sebagai kasus terakhir dari bencana perpecahan bekas Yugoslavia setelah jatuhnya komunisme.

Lebih dari 100 ribu orang meninggal dan 2,2 juta orang kehilangan tempat tinggal di saat kon-flik memecah belah muslim Serbia dan Krosia sepanjang 1992-1995.

Karadzic, seorang penyair dan psikiater, berubah menjadi sosok pemimpin politik yang kejam. Dia dinyatakan bersalah atas 10 dakwaan, termasuk genosida di Srebenica, wilayah pembantaian 8.000 pria dan anak lelaki muslim.

Karadzic juga dihukum karena mengatur serangan selama empat tahun di ibu kota Bosnia, Sarajevo, yang menewaskan 10 ribu orang dalam operasi penembakan. Para penyintas Srebrenica menyerukan agar Karadzic ditahan seumur hidup. "Seperti harapan semua orang yang selamat dari genosida Srebrenica, saya ingin Radovan Karadzic dijatuhi hukuman penjara seumur hidup," ujar Amir Kulaglic, 59, salah satu pengunjuk rasa.

Karadzic mengajukan banding yang disertai 50 alasan. "Saya tidak pernah melawan muslim, kami menganggap mereka warga Serbia yang beragama Islam. Serbia, Kroasia, muslim, adalah satu kesatuan, satu identitas," ujar Kradzic dalam sidang banding.

Mantan komandan tentara Bosnia, Ratko Mladic, juga mengajukan banding terhadap hukuman seumur hidup terkait dengan dakwaan yang sama dengan Karadzic. Nasib serupa dialami mantan Presiden Serbia, Slobodan Milosevic, yang mati dalam tahanan pada 2006 setelah diadili ICTY.

Jaksa penuntut PBB menyatakan dalam perang sengit yang melibatkan pemerintah pimpinan muslim Bosnia, Karadzic dan sekutu-sekutunya beranggapan urgensi operasi penumpahan darah, sebagai upaya memisahkan wilayah yang secara etnik homogen. Jaksa penuntut juga berharap hakim membalikkan pembebasannya atas tuduhan genosida kedua. (AFP/Tes/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More