Limbah Tahu Bermasalah Jadi Berkah

Penulis: (Depi Gunawan/N-2) Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 23:45 WIB Nusantara
Limbah Tahu Bermasalah Jadi Berkah

MI/Depi gunawan

BERAWAL dari sulitnya mengolah limbah pabrik, salah seorang pemilik pabrik tahu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mencoba untuk berkreasi membuat biogas dari bahan air limbah produksi tahu.

Inovasi yang dilakukan Saeful Hakim, 34, tidak sia-sia. Biogas yang dihasilkan dari air limbah ini sudah dimanfaatkan untuk memasak di rumahnya. Alhasil, selama dua minggu ini keluarga Saeful tidak pernah lagi menggunakan gas elpiji.

“Lumayan, pengeluaran bisa ditekan hingga Rp1 juta, biasanya kebutuhan dapur untuk sebulan pakai empat tabung gas ukuran 12 kg. Sekarang sudah enggak pakai elpiji lagi,” kata Saeful saat ditemui di pabrik tahu miliknya di Kampung Ciputri, RT 1 RW 8, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (14/3).

Pembuatan biogas limbah tahu itu atas permintaan langsung Satgas Citarum Harum pada akhir 2018 lalu. Soalnya, selama bertahun-tahun limbah air tahu dari pabrik masih dibuang ke sungai.  

Diterangkan Saeful, pembangunan instalasi pengolahan air limbah produksi tahu ini dikerjakan selama sebulan  dengan memanfaatkan lahan parkir di depan pabrik.

Sebanyak 8 ribu liter air sisa hasil pengolahan tahu dialirkan ke tempat penampungan  bawah tanah sedalam 3 meter yang ditutup beton. Kemudian difermentasi selama 1-2 minggu atau maksimal satu bulan agar menghasilkan gas metana.

“Gas metana itu dialirkan melalui pipa paralon kemudian langsung disambungkan dengan selang ke kompor di dapur untuk memasak,” terangnya.

Cara menyalakan kompor harus dipancing korek sehingga bisa mengeluarkan api. Dia mengaku, penggunaan biogas jenis ini tidak akan menimbulkan ledakan seperti menggunakan gas elpiji. “Jika dihitung dari awal pembangunan ditambah dengan membeli alatnya, kurang lebih biayanya menghabiskan Rp 30 juta,” tuturnya.

Ia berencana membagikan biogas ini kepada tetangganya dengan menyambungkan pipa untuk 5-10 rumah. 

Subsektor 16 Sektor 22 Citarum Harum, Kapten Adang Kuswara, mengapresiasi upaya Saeful yang turut menjaga kebersihan air yang mengalir ke Sungai Citarum dengan membuat biogas dari bahan air limbah produksi tahu. “Setelah limbahnya dimasukkan ke bak 
penampungan dan menjadi biogas, disalurkan ke  pembuangan, enggak bau lagi,” kata Adang. 

Limbah yang awalnya menjadi masalah, lanjut Adang, sekarang bisa menjadi berkah. Biogas dari limbah ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi 30 pabrik tahu lainnya. (Depi Gunawan/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More