Bangunan Harus Ramah Pengguna bagi Semua

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 09:25 WIB Ekonomi
Bangunan Harus Ramah Pengguna bagi Semua

ADAM DWI / MI.

Masih banyak bangunan umum, seperti hotel, mal, dan rumah sakit di Indonesia yang tidak ramah bagi penyandang disabilitas.

PEMBANGUNAN rumah dan ruang umum seharusnya memenuhi konsep universal.

Maksudnya, desain hunian dan tempat umum harus dapat digunakan seluruh warga segala usia, dari bayi hingga lanjut usia, bahkan penyandang disabilitas. Karenanya, konsep bangunan juga harus berorientasi jangka panjang.

Dewan Majelis Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) sekaligus VP Asia Pacific Design Association, Lea Aviliani Aziz, mengatakan arsitek dan desainer interior harus memperjuangkan bahwa orang dengan alat tubuh lengkap, cacat, dan orang lanjut usia (lansia/manula) dapat hidup dalam ruang yang sama. "Desainer interior dan arsitektur harus bisa memberi tempat terbaik bahwa mereka sebagai bagian dari kita," ujar Lea dalam diskusi media Universal Design for Living di Jakarta, Senin (11/3).

Kebutuhan manula dan disabilitas, semisal ramp, yaitu lantai yang sengaja dibuat miring. Lantai miring merupakan pengganti tangga yang dipakai sebagai akses bagi penyandang disabilitas dan manula.

"Itulah yang disebut hunian universal, ramah lingkungan, atau friendly space untuk segala umur. Ini membuat semua penghuni rumah mandiri, baik bagi orang-orang yang kekurangan kemampuan gerak atau manula," tuturnya.

Riset mendalam juga diperlukan guna memahami desain rumah agar dapat digunakan secara mandiri oleh penyandang disabilitas dan manula. Contohnya, luas ruangan, kemudahan akses kamar mandi, pemilihan cengkeraman tangan pada sisi ramp, bahan untuk lantai kamar mandi, serta ruang keluarga dan dapur.

Lebih detail, Lea menjelaskan, jarak dari satu ruangan ke ruangan lain minimum 1 meter. Dengan demikian, rumah berukuran 36-45 meter persegi dapat mengaplikasikan rumah yang bersahabat itu.

Untuk kamar mandi, ukuran pintu masuk sekitar 90 sentimeter menunjang bagi pemakai kursi roda. Luas dalamnya sekitar 2,5 m x 2,2 m. Ini cukup untuk memutar posisi kursi roda. "Untuk pegangan pada ramp sebaiknya terbuat dari kayu agar tidak licin," tukasnya.

Lea melihat masih banyak bangunan umum, seperti hotel, mal, dan rumah sakit di Indonesia yang tidak ramah bagi penyandang disabilitas. Padahal, lift yang dibutuhkan pengguna kursi roda untuk berpindah lantai di pusat perbelanjaan dapat dijangkau dengan harga sekitar Rp400 juta.

Desain hebat

Di sisi lain, Chairul Amal Septono dari Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) percaya bahwa desain dan arsitektur yang hebat mampu bertahan untuk jangka waktu yang sangat lama karena menginspirasi banyak orang dan memperkaya kehidupan mereka. Desain yang inovatif dapat meningkatkan cara kita dalam menjalani kehidupan dan memungkinkan membangun kota yang inklusif bagi semua orang dari berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga: HAM dan Kota Ramah Disabilitas

Hal itulah yang menjadi latar belakang pengusungan tema Universal design for living Dulux Designer Awards (DDA) 2018. Ajang yang digelar AkzoNobel bertujuan memicu solusi inovatif masa depan dan potensi dari para arsitek dan desainer interior lokal dalam menciptakan tren lokal di kalangan masyarakat.

Salah satu tim yang memenangi kategori best design, yaitu rancangan rumah Lamin House. Widi, perwakilan tim tersebut, menjelaskan rumah rancangan mereka memberikan fasilitas jalur kursi roda sehingga bermanfaat bagi penyandang disabilitas maupun penghuni lain.

Tim pemenang pada kategori most inspiring design menawarkan rancangan bernama W-House. Ide mereka berawal dari keresahan kepadatan dan sesaknya kehidupan di Ibu Kota. Menggunakan lahan 18 x 3,5 meter persegi, mereka memanfaatkan ruangan dengan efisien, sehat, dan manusiawi untuk penyandang disabilitas. (S-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More