2 Terdakwa Narkoba Divonis Mati dan 1 Seumur Hidup

Penulis: (Ant/N-3) Pada: Senin, 18 Mar 2019, 22:45 WIB Nusantara
2 Terdakwa Narkoba Divonis Mati dan 1 Seumur Hidup

Thinkstock

MAJELIS hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh memvonis dua terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu seberat 50 kilogram dengan hukuman mati. Seorang terdakwa lainnya divonis hukuman seumur hidup. 

Vonis mati tersebut dibacakan bergantian oleh majelis hakim yang diketuai Bakhtiar didampingi hakim anggota Nani Sukmawati dan Cahyono di ruang sidang utama Peng-adilan Negeri Banda Aceh di Banda Aceh, Senin (18/3).

Dua terdakwa yang dihukum mati tersebut ialah Abdul Hannas alias Anas dan Mahyudin alias Boy. Adapun terdakwa Razali alias Doyok dihukum seumur hidup. Ketiganya merupakan warga Aceh Timur.    

Ketiga terdakwa yang di-sidang dengan berkas perkara terpisah itu hadir mengenakan rompi oranye dengan didampingi penasihat hukum mereka, Kadri dan Nurul Ramadhani. 

Di lain pihak, jaksa penuntut umum (JPU) Muliana dan kawan-kawan berasal dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur.    

Ketiga terdakwa ditangkap secara terpisah di Kabupaten Aceh Timur pada Juni 2018. Penangkapan ketiganya merupakan pengembangan dari perkara penangkapan dua orang lainnya oleh patroli Bea Cukai dan kepolisian dengan barang bukti 50 kilogram sabu dari Malaysia. 

“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana narkoba secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ungkap majelis hakim.    

Berdasarkan fakta persidangan, terungkap bahwa terdakwa Abdul Hannas alias Anas menyuruh terdakwa Mahyudin mengambil pesanan narkoba jenis sabu di perairan Malaysia. Kemudian, Mahyuddin menyuruh saksi M Albakir dan Azhari mengambil pesanan tersebut di perairan Penang, Malaysia.

Kedua saksi menghubungi terdakwa Mahyuddin bahwa narkoba sudah diterima. Selanjutnya terdakwa Mahyuddin menghubungi terdakwa Razali alias Doyok agar mengambil narkoba tersebut di Pantai Kuala Glumpang, Aceh Timur, dari M Albakir dan Azhari.    

Namun, M Albakir dan Azhari ditangkap patroli Bea Cukai dan kepolisian di perairan Aceh Timur. Dari penangkapan tersebut, aparat mengembangkan perkara dan menangkap terdakwa Abdul Hannas, Mahyuddin, serta Razali.    

Menurut majelis hakim, tidak ada unsur meringankan atas perbuatan para terdakwa. Apalagi para terdakwa mengakui perbuatannya. Bahkan, perbuatan tersebut dilakukan berulang kali.    

“Perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Para terdakwa meracuni generasi penerus bangsa dengan narkoba,” sebut majelis hakim.

Seusai mendengarkan putusan majelis hakim, para terdakwa melalui penasihat hukum mereka menyatakan banding. Sebaliknya pihak jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir. 

Majelis hakim memberikan waktu kepada para terdakwa dan penasihat hukum serta jaksa penuntut umum untuk pikir-pikir selama tujuh hari.(Ant/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More