Jumlah Penduduk Ancam Budaya Bali 

Penulis: (RS/N-2) Pada: Senin, 18 Mar 2019, 23:30 WIB Nusantara
Jumlah Penduduk Ancam Budaya Bali 

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

PENURUNAN laju pertumbuhan penduduk di Bali dianggap cukup mengkhawatirkan. Gubernur Bali, I Wayan Koster, menilai turunnya pertumbuhan penduduk di Bali bukanlah sebuah prestasi, melainkan justru mengancam budaya warisan leluhur. 

“Artinya, yang lahir sama (dengan) yang hidupnya berakhir hampir berimbang dan sudah saya dalami datanya per kabupaten. Pertumbuhannya relatif kecil,” kata Koster saat memberi sambutan dan membuka Rapat Koordinasi Daerah Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali di Grand Inna Bali Beach Hotel, Senin (18/3).

Menurut Koster, dari pertumbuhan penduduk yang tergolong stagnan tersebut menunjukkan program keluarga berencana dua anak di Bali relatif berhasil dari segi angka. 

Namun, bagi masyarakat Bali data itu justru kurang membahagiakan. Penyebabnya iala hilangnya nama-nama seperti Nyoman dan Ketut yang masing-masing untuk penamaan anak ketiga dan keempat. Rata-rata keluarga muda di Bali hanya memiliki dua anak sehingga nama Nyoman dan Ketut tidak pernah dipakai. “Jadi, ada bagian dari warisan leluhur kami ini hilang,” kata Koster.

Atas dasar itu, Koster akan mengubah paradigma kependudukan di Bali dengan tidak lagi fokus pada pengurangan jumlah. Namun, bagaimana membangun keluarga yang berkualitas dan direncanakan dengan baik. Ia berharap dengan paradigma ini melahirkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, berdaya saing, produktif, dan berkontribusi.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Catur Sentana, menyebutkan laju pertumbuhan penduduk Bali menurun dari 2,31% pada 2010 menjadi 2,14% pada 2017. Selain itu, terjadi pula penurunan angka kelahiran total dari 2,3 pada 2012 menjadi 2,1 per perempuan usia subur pada 2018. 

“Penurunan ini selain sebagai dampak penggunaan kontrasepsi yang telah mencapai 54,8% bagi pasangan usia subur, juga meningkatnya media usia kawin pertama perempuan dari 21,9 tahun menjadi 22,1 tahun,” terangnya. 

Jumlah penduduk Bali saat ini lebih dari 4,2 juta jiwa. Jumlah yang cukup besar dan sangat membebani bagi alam dan lingkungan Bali. 

Untuk itu, upaya pengendalian penduduk di Bali terus ditingkatkan dan cukup berhasil. Di sisi lain, nama-nama Bali akan hilang seiring semakin sedikit keluarga memiliki anak lebih dari dua orang. 

Pemprov Bali selama ini menfokuskan pengendalian jumlah penduduk pada masyarakat miskin. (RS/N-2)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More