Narasi Kubu Prabowo Soal Kinerja BUMN Dinilai Menyesatkan

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Minggu, 17 Mar 2019, 13:10 WIB Politik dan Hukum
Narasi Kubu Prabowo Soal Kinerja BUMN Dinilai Menyesatkan

MI/Pius Erlangga

NARASI propaganda yang dimainkan kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 terkait kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang buruk tak lebih dari menyebar berita bohong. Tudingan bahwa BUMN satu per satu terancam bangkrut dinilai sangat berbeda dengan kondisi sebenarnya yang sudah dicapai selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengamat ekonomi Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan dimainkannya narasi BUMN bangkrut justru berbahaya. Ia mengaku sempat menegur salah satu timses calon presiden 02 karena kritiknya terkait isu BUMN sangat keliru.

"Saya sempat marahi salah satu timses capres 02 karena yang disampaikan tidak tepat. Tidak bisa membedakan utang luar negeri dan utang BUMN," ujar Bhima dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (17/3).

Bhima mengatakan, jika kritik yang disampaikan timses capres itu sesuai dengan data, maka hal itu positif. Kritik bisa dijadikan masukan atau bahan untuk memperbaiki kondisi di BUMN yang dirasa masih perlu ditingkatkan. Tapi jika yang disampaikan narasi propaganda BUMN satu per satu terancam bangkrut, maka hal itu malah menyesatkan.

"Ada penggiringan opini yang tidak tepat (terkait BUMN).Tentunya akan mempengaruhi persepsi publik, utamanya investor dan kreditur. Persepsinya jadi tidak baik," kata Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) itu.

Baca juga: IKOHI Pastikan Prabowo Terlibat Penculikan Aktivis 98

Menurut Bhima, harus dibedakan utang BUMN. Bagi BUMN di bidang keuangan, utang justru memperlihatkan kepercayaan kreditur. Sebab utang BUMN keuangan itu langsung kepada kreditur yang umumnya adalah nasabah.

Celakanya, lanjut dia, banyak politisi yang menyesatkan fakta tersebut demi kepentingan politik jangka pendek. Padahal memainkan isu BUMN yang terancam bangkrut menjadi bentuk usaha menjatuhkan kepercayaan publik dan investor. Hal ini dinilai sangat berbahaya.

"Ada penggiringan opini yang tidak tepat dan itu tidak baik karena mempengaruhi valuasi BUMN," ungkapnya.

Atas dasar itu, Bhima menyarankan ke timses agar berbicara secara jujur dengan menggunakan data. Dia pun berharap kubu capres lebih menguasai materi tentang perekonomian, utamanya BUMN.

“Karena banyak timses yang tak berlatar ekonomi ikut-ikutan berbicara soal ekonomi," ujarnya.

Propaganda ancaman bangkrutnya BUMN kerap dimainkan oleh kubu capres nomor urut 02. Sebelumnya, Prabowo menggiring isu soal bangkrutnya BUMN dalam pidato kebangsaan bertajuk Indonesia Menang, Januari lalu. Sejumlah timses capres 02 juga kerap menyerang isu soal utang BUMN.

Namun hal ini bisa ditepis oleh Presiden Jokowi. Presiden malah optimistis melihat kinerja memuaskan BUMN sejauh ini. Peningkatan indikator keuangan BUMN sejalan dengan peningkatan peran BUMN menjadi agen pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More